RADARJOGJA.CO.ID – Keberadaan desa kini tak bisa dianggap sebelah mata. Desa memiliki peranan yang sangat penting dalam sebuah roda pemerintahan. Sebagai bukti, pemerintah telah mengesahkan UU Desa untuk memperkuat posisi desa.

Sebagai bentuk dukungan sekaligus perhatian atas keberadaan desa, pada 2017 Pemkab Bantul menggelar lomba desa tingkat kabupaten. Pembukaan lomba desa tingkat kabupaten Bantul dilakukan oleh Bupati Bantul Suharsono di Gedung Pengawas Komplek Perkantoran Manding Trirenggo, Kamis (9/3).

Bupati Bantul Suharsono mengatakan, event perlombaan bertujuan untuk menakar kemajuan desa, baik dari segi sosial, ekonomi, dan pemerintahan. Sebagai negara yang kaya budaya, Suharsono meminta kepada desa tidak meninggalkan ada istiadat yang ada di daerahnya. Sebab, budaya merupakan harta yang tak ternilai.

“Lomba desa harus bisa mendongkrak semangat dan aksi gotong royong dalam bingkai keswadayaan dan partisipasi masyarakat. Lomba desa ini jangan sampai mengarah pada watak teknokratis, administratif sehingga posisi masyarakat di pedesaan yang pada akhirnya sekadar menjadi obyek dari ritual program lomba desa ini,” pinta Suharsono.

Dalam lomba ini panitia akan menilai dari delapan indikator yaitu bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, keamanan ketertiban, partisipasi masyarakat, kelembagaan masyarakat, pemerintahan desa, dan bidang PKK.

“Desa harus maju, desa harus makmur. Jangan kalah dengan perkotaan,” jelas Suharsono.

Ketua Bidang Pembangunan Masyarakat Desa Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan PMD, Mudiana mengatakan tujuan lomba desa adalah untuk mengetahui perkembangan pembangunan yang dilakukan desa dan kelurahan.

“Kami ingin mengetahui sejauh mana peran desa dan kelurahan dalam emajukan dan memberdayakan warganya,” jelas Mudiana. (mar/dem)

.