RADARJOGJA.CO.ID – Jadwal penetapan bupati dan wakil bupati Kulonprogo terpilih mundur. Sebab surat keterangan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai tidak adanya gugatan perselisihan hasil pemilihan (PHP) Pilkada 2017 belum keluar pekan ini.

“Gugatan hasil rekapitulasi suara nihil. Namun kami tetap harus menunggu surat MK mengenai hal tersebut. Surat itu diperkirakan datang awal pekan ini. Namun informasi terakhir menyebutkan jika MK baru mengeluarkannya Senin (13/3) pekan depan,” kata Ketua KPU Kulonprogo Muhammad Isnaini kemarin.

Surat MK itu berisi kepastian daerah mana saja yang tidak ada PHP atau sengketa Pilkada. KPU Pusat juga akan membuat surat edaran kepada KPU Provinsi maupun kabupaten/kota yang menyelenggarakan Pilkada 2017.

“Kami diminta melakukan perubahan penetapan paslon terpilih yang sebelumnya dijadwalkan antara Rabu hingga Jumat (9-10/3). Perubahan ini akan kami tuangkan dalam SK KPU Kulonprogo secepatnya,” kata Isnaini.

Pihaknya belum bisa memberi kepastian kapan jadwal baru penetapan paslon. “Kami baru membahasnya. Kalau perkiraannya sekitar pekan depan setelah tanggal 13 Februari 2017,” ujar Isnaini.

Rekapitulasi perolehan suara selesai 22 Februari 2017. Hasilnya dapat diterima kedua paslon. Baik Paslon Zuhadmono Azhari-Iriani Pramastuti dan Paslon Hasto Wardoyo-Sutedjo. Penetapan paslon terpilih menyesuaikan penerimaan SK MK.

Penyesuaian juga dilakukan terhadap pengusulan paslon terpilih kepada DPRD Kulonprogo untuk diteruskan kepada Mendagri RI melalui Gubernur DIJ. Tahapan tersebut semula dijadwalkan Kamis (9/3)-Sabtu (11/3) besok.

Ketua Panwaslu Kulonprogo Tamyus Rochman mengungkapkan penetapan paslon terpilih harus diubah menyesuaikan SK MK. “Nanti kita lihat bagaimana, selama itu sesuai aturan tidak masalah,” ungkap Tamyus. (tom/iwa/mar)