RADARJOGJA.CO.ID – Perum Jasa Tirta II (PJT II), badan usaha milik negara bidang sumber daya air asal Purwakarta Jawa Barat mencatat performa optimal pada tahun lalu.

Direktur I PTJ II Sumhaya Sukandar mengatakan, {JT II memperoleh penilaian performa tertinggi dari Kementerian BUMN tahun lalu. Yakni, AAA atau kinerja di atas 95 persern dari parameter penilaian.

“Tahun lalu, kami meraup laba bersih Rp 170,6 miliar. Laba tersebut meningkat 340 persen dibanding 2015 yang hanya Rp 50 miliar,” kata Sumhaya, Selasa (7/3).

Sumhaya meneruskan, peningkatan laba bersih tersebut, tak lepas dari pengembangan usaha yang dilakukan dan peningkatan efektivitas. Berbagai usaha dilakukan, mulai kelistrikan, kepariwisataan, hingga penjualan air baku.

Ditambahkan, salah satu sektor yang mengalami penerimaan cukup besar adalah pelistrikan. Terutama penjualan pada industri swasta. Sejauh ini, kuota penjualan pada industri baru 30 persen.

“Tahun 2015, kami jual 300 juta kWh ke industri. 2016, meningkat menjadi 600 juta kWh,” paparnya.

Sumhaya mengatakan, penambahan kuota penjualan listrik ke industri memberikan profit bisnis lebih besar daripada menjual ke PLN. Selama ini, PJT II menjual listrik ke PLN sebesar Rp 289 per kWh dan bisa dijual hingga empat kali lipatnya ke masyarakat.”Kami bisa menjual listrik ke industri sebesar Rp 850 per kWh. Dengan begitu, bisa mendapat tambahan profit signifikan sepanjang 2016,” kata Sumyana.

Ditegaskan, PJT II memasok 80 persen pasokan air baku pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) DKI Jakarta serta mayoritas air baku di PDAM Kota dan Kabupaten Bandung. Secara sosial, BUMN juga memasok gratis air irigasi hingga ke 40 persen persawahan di Jawa Barat.

Sumhaya melanjutkan, tahun 2017, PJT II Jatiluhur berencana mengembangkan sektor bisnik kelistrikan. Salah satunya mendirikan anak perusahaan pembangkit listrik yang mengelola energi baru terbarukan (EBT).

“Kami berencana mendirikan anak perusahaan yang ramah lingkungan dalam pengembangan EBT. Yakni, pembangkit listrik memanfaatkan tenaga mikro hidro. Ada sejumlah wilayah cakupan PJT II Jatiluhur yang dipetakan memiliki potensi pengembangan mikro hidro. Seperti Curug, Karawang, dan Subang,” ungkapnya.

Ia menuturkan, rencananya kapasitas pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) mencapai 1 megawatt. Besaran kapasitas tersebut diyakini bisa memberikan keuntungan bisnis bagi perusahaan BUMN ini.

Saat ini, PJT II Jatiluhur masih mengkaji di internal dan mengurus perizinan pendirian PLTMH pada Kementerian Energi Sumber Daya Mineral atau ESDM.(hes/dem)