RADARJOGJA.CO.ID – Banyaknya bangunan bertingkat di wilayah Bantul mendapat respon Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul. Untuk mengurangi resiko bencana, lembaga tersebut berniat menambah armada berupa satu unit mobil pemadam kebakaran (damkar) tangga. Fungsinya adalah untuk mengatasi insiden kebakaran di bangunan bertingkat.

Plh Kepala BPBD Bantul Dwi Daryanto mengungkapkan, damkar tangga yang diimpikan tak seperti milik BPBD Kota Jogja. Tapi, cukup dengan fitur tangga berkapasitas 20 meter.

“Milik BPBD Jogja 32 meter,” kata Dwi di sela apel di Lapangan Paseban, Selasa (7/3).

Berbeda dengan konvensional, harga damkar tangga cukup mahal. Satu unit damkar tangga berkapasitas 20 meter mencapai Rp 18 miliar. Karena itu, Dwi berencana mengusulkan anggaran pengadaannya pada APBD 2018.

“Teman BPBD Jogja kami undang ke sini. Agar tahu bentuk dan fungsi damkar tangga seperti apa,” ujarnya.

Dwi menegaskan, keberadaan fasilitas peralatan ini penting. Walaupun BPBD belum lama ini menerima bantuan sejumlah unit damkar dari Komisi Pemberantasan Korupsi. Salah satu alasannya, angka insiden kebakaran di Bumi Projo Tamansari cukup tinggi. Setiap tahun terus meningkat. Sepanjang 2015, misalnya, ada 50 kejadian. Lalu, pada 2016 meningkat menjadi 65 kejadian. “Ini juga untuk meminimalisasi korban,” tandasnya.

Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyoroti jumlah personel unit damkar. Saat ini, jumlahnya personil dinilai jauh dari ideal yaitu 32 orang. Hal ini tidak sebanding dengan luas jangkauan wilayah. Namun demikian, Halim mengapresiasi upaya BPBD menambah kekurangan ini.

“Bisa melalui perekrutan 20 tenaga non-PNS kontrak, maupun pembentukkan Barisan Relawan Pemadam Kebakaran (Balakar) di setiap kecamatan,” terang Halim. (zam/mar)