RADARJOGJA.CO.ID – Lawatan kerja Bupati Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Soekirman ke Purworejo, terasa spesial. Kabupaten berslogan Berirama ini bukanlah nama yang asing baginya. Ya, karena ia memiliki garis keturunan dari Bagelen.

Kesempatan mengunjungi Purworejo pun dimanfaatkannya untuk mendatangi leluhur dan sanak saudaranya yang masih ada di Dusun Segilo, Desa/Kecamatan Bagelen. Sebelumnya, Bupati Soekirman menyambangi Kantor Bupati Purworejo Agus Bastian yang menerimanya bersama Wabup Yuli Hastuti. Kain ulos khas Serdang Bedagai menjadi cenderamata yang ditinggalkan.

“Saya datang ke Purworejo ini sebenarnya sebagai rakyatnya Pak Bastian. Bupatinya kan di Serdang Bedagai, mudah-mudahan saya bisa menjadi rakyat yang dibanggakan karena menjadi bupati di sana,” ujar Soekirman.

Disinggung mengenai rentetan sejarah asal muasalnya dari Purworejo, Soekirman mengaku tidak tahu persis. Hanya saja menurut penuturan orang tuanya, garis keturunan simbah buyut dari sang kakek.

“Dari cerita kakek saya, simbah buyut saya dari sini dan dari keturunan orang biasa atau petani pada umumnya,” jelasnya.

Dikatakan, hingga sekarang ini pihaknya masih menjalin silaturahmi dengan saudara-saudaranya di Purworejo. Hubungan itu juga akan selalu dijaganya agar tidak pernah terputus.

“Makanya dalam kesempatan ke Purworejo ini saya berpisah dengan rombongan untuk menyempatkan mengunjungi sanak saudara yang ada di Bagelen ini,” ungkapnya.

Terkait kunjungan kedinasannya, Soekirman mengatakan pihaknya saat ini tengah mengembangkan produk ekonomi kreatif wisata argo. Itu diharapkan bisa menangkap peluang adanya pendatang yang hadir melalui Bandara Kualanamu dan bisa transit di kabupatennya.

“Purworejo juga menjadi kabupaten yang terdampak dengan adanya bandara baru, kita saling mengisi dalam hal ini,” ujarnya.

Soekirman juga menyoroti banyaknya anggaran yang diterima desa di mana memunculkan kekhawatirannya. Anggaran itu dinilai menggerogoti rasa kegotongroyongan atau guyub di desa.

Bupati Purworejo Agus Bastian mengatakan, Purworejo dengan Serdang Bedagai memiliki kemiripan. Kedua kabupaten sama-sama terkena dampak dari hadirnya bandara internasional. Disampaikan juga ada pembangunan lain di luar bandara yakni pengembangan wilayah Otorita Borobudur, pembangunan Waduk Bener dan bedah Bukit Menoreh. (udi/dem)