RADARJOGJA.CO.ID – Kemacetan di Ring Road Utara setiap pagi dan sore tak bisa dihindarkan. Pengguna jalan di simpang Jalan Kaliurang dan Condongcatur, Sleman pun harus bersabar sampai dengan 2018 mendatang untuk terbebas dari macet.

Pemerintah pusat saat ini baru dalam tahap menyusun master plan untuk pembangunan underpass. Konsep pembangunan underpass ini sama dengan terowongan di Simpang Empat Jombor. Melintang dari timur ke barat.

“Dua lokasi itu memang sudah tidak ideal sebagai jalan arteri,” ungkap Kasi Amdal Lalu Lintas, Ditlantas, Polda DIJ Kompol Hartoyo di sela sosialisasi penyusunan dokumen upaya pengelolaan lingkungan hidup dan upaya pemantauan lingkungan hidup (UKL-UPL) di kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman Senin (6/3).

Menurut Hartoyo, kamacetan paling sering terjadi sekitar pukul 06.30-07.30 dan 15.00-17.00. Kepadatan kendaraan berdampak pula pada kemacetan di Jalan Affandi dan Jalan Kaliurang. Dalam roadmap pembangunan, kemungkinan tak ada traffic light di kawasan underpass. Hal ini demi menjaga kelancaran lalu lintas. Bagi pengendara yang melintas di Jalan Ring Road Utara bisa melaju langsung tanpa berhenti.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Sleman Sulton Fatoni menambahkan, hal yang masih perlu dikaji adalah pengaturan lalu lintas di jalur atas underpass, atau jalan menuju arah perkotaan. Ada kemungkinan di titik tersebut juga tak dipasang traffic light. “Kalaupun ada durasinya mungkin tidak panjang. Beda dengan saat ini bisa sampai seratus detik,” katanya.

Perwakilan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBLJN) VII, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI Anita menuturkan, pemilihan dua lokasi bakal underpass merupakan rekomendasi Pemprov DIJ.

Usulan tersebut masuk dalam perencanaan dan pengawasan jalan nasional (P2JN). Tahun inimasuk tahapan pembebasan lahan. Sementara untuk pembangunannya direncanakan pada 2018. “Ke depan masih akan ada sosialisasi. Terlebih kepada dinas-dinas pemerintahan,” jelasnya.(dwi/eri)