RADARJOGJA.CO.ID – Penyakit lama kompetisi sepakbola di Indonesia kembali kambuh. Penyakit tersebut adalah mengenai jadwal kompetisi yang selalu tidak jelas. Baik kickoff, durasi, maupun waktu selesai selalu tidak pasti.

Ketidakjelasan jadwal ini tak hanya terjadi di kasta tertinggi Liga 1. Kasta kedua yang dulu bernama Divisi Utama, kini Liga 2 juga belum jelas kapan akan bergulir. Padahal, tim-tim sudah mulai mempersiapkan skuadnya. Padahal, merujuk hasil dari kongres PSSI sebelumnya yang menyebutkan bahwa kompetisi akan kickoff pada pekan ketiga Maret ini.

Tapi, sepertinya jadwal juga akan kembali molor. Ini setelah Sekjen PSSI Ade Wellington menyebutkan bahwa Liga 1 akan dimulai pekan kedua April 2017. Atau molor dua pekan dari sebelumnya yang direncanakan 26 Maret 2017. Kondisi tersebut otomatis memengaruhi persiapan tim-tim Liga Indonesia.

“Mundurnya jadwal kompetisi tentu sangat membebani manajemen. Ibarat taxi, ini argo tetap berjalan meski tujuan akhir belum tahu kapan,” ujar sekretaris umum PSIM Jogja Jarot Sri Kastawa Senin (6/3).

Beban klub terutama untuk memenuhi hak-hak pemain dan pelatih. Termasuk biaya operasional tim meliputi konsumsi, transportasi dan akomodasi lainnya. Apalagi beberapa klub sudah mulai mengumpulkan pemain dalam mess tim. “Namun demikian manajemen PSIM akan tetap konsisten mempersiapkan tim dalam keikutsertaannya pada kompetisi 2017,” imbuhnya.

PSIM menurut Jarot, tetap melakukan latihan rutin seperti biasanya. Termasuk memenuhi semua kewajiban klub meskipun dirasakan sangat berat. Tak hanya itu, manajemen juga berupaya mempersiapkan segala kebutuhan panitia pelaksana pertandingan (Panpel). Beberapa waktu lalu, manajemen mengumpulkan dua kelompok suporter PSIM dengan pihak kepolisian dan sponsor klub.