RADARJOGJA.CO.ID – Para petani di Dusun Kedon, Sumbermulyo, Bambanglipuro, Senin (6/3) menggelar tradisi wiwitan. Itu sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus permulaan musim panen.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, musim panen kali ini terasa istimewa. Sebab, satu hektare lahan menghasilkan gabah 9,3 ton. Ketua Kelompok Tani Mandiri Suwanto mengakui hasil panen ini di luar dugaan. Sebab, mayoritas petani sempat dihantui gagal panen. Menyusul tingginya intensitas hujan selama tiga bulan terakhir.

“Tanaman padi sering terendam air hujan,” jelas Suwanto di sela tradisi wiwitan.

Satu kendala lagi yang sempat dihadapi para petani. Menurutnya, sebagian tanaman di atas lahan 38,9 hektare ini sempat diserang hama. Itu saat tanaman memasuki usia 30- 50 hari. “Tanaman sempat memerah. Tapi, alhamdulillah bisa tertangani,” ucapnya sumringah.

Senada disampaikan petani lainnya, Anto Supatmi. Menurutnya, permulaan musim tanam di Dusun Kedon serentak. Jenis tanaman yang ditanam pun seragam.

Yakni, padi. Kendati begitu, varietasnya berbeda-beda. Mengingat, para petani membelinya secara mandiri. Tidak ada bantuan dari pemerintah.

“Ada yang bagendit. Ada juga yang seira,” ujarnya.

Dikatakan, para petani cenderung memilih tanaman berbeda pada musim tanam berikutnya. Tergantung selera sekaligus perhitungan biaya tanamnya. “Seperti jagung dan kacang,” tambahnya. (zam/mar)