RADARJOGJA.CO.ID – Predikat DIJ sebagai pusat pendidikan sampai saat ini memang sudah banyak pesaing. Tapi, hal itu hanya sebatas pada aspek prestasi akademik saja. Soal pendidikan karakter yang salah satunya mengenai nilai kejujuran, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olaraga (Disdikpora) DIJ optimis bakal menjadi yang terbaik.

Meski, pada Ujian Nasional (Unas) yang menjadi salah satu parameter, kali ini menggunakan komputer. Hal ini guna mengantisipasi tindak kecurangan, yang hampir tiap tahun selalu terjadi. “”Sistem tersebut (UNBK) jelas meminimalisasi, bahkan mencegah segala upaya kecurangan yang dilakukan sekolah maupun peserta ujian untuk mendapatkan nilai tinggi. Dengan sistem ini tentu sulit untuk saling tukar jawaban,”ujar Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIJ Kadarmanta Baskara Aji, Senin (6/3).

Aji optimistis, Unas tahun ini tak ada lagi tindak kecurangan. Terlebih di wilayah DIJ. Selama ini, DIJ selalu menenpati peringkat pertama dalam aspek kejujuran. Itu, ia yakin bakal kembali terulang di pelaksanaan unas 2017. Optimisme tersebut diungkapkannya bukan tanpa alasan. Pelaksanaan sistem ujian nasional berbasis komputer (UNBK) di DIJ menjadi salah satu alasan kuatnya.

Pesaing DIJ dalam indeks integritas ujian nasional adalah DKI Jakarta. Namun dilihat dari persentasenya, DKI masih jauh di bawah DIJ. Tahun ini denganberbasis komputer, ia yakinsiswa DIJ bakallebih jujur.

Ini bukannya tanpa alasan.Untuk soal-soal UNBK nantinya, sudah ditentukan di server. Setiap peserta bakal mengerjakan urutan soal yang berbeda. Guru atau panitia yang menunggu juga akan kesulitan untuk membocorkan jawaban kepada peserta ujian.

Fakta yang mendukung lainnya, beberapa daerah lain di Indonesia masih banyak yang belum melaksanakan unas dengan basis komputer. Menurut Baskara, hanya sekitar 42 persen sekolah yang sudah melaksanakan UNBK. Sisanya masih menganut paper based test (PBT) menggunakan sistem manual (kertas dan pensil). (ita/eri)