RADARJOGJA.CO.ID Bencana longsor kembali terjadi di Kalibawang, Minggu (5/3) petang. Material longsor menerjang jalan menuju Gereja Santa Maria Lourdes Promasan, Desa Banjaroya, Kalibawang. Dusun Kajoran, Tanjung, dan Semawung di Banjaroya dan Kalisentul juga terkena longsoran.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD) Banjaroya Esanto mengatakan longsor tersebut merupakan longsor susulan. Sebelumnya terjadi longsor pada Minggu (26/2) pekan lalu.

“Hujan deras memang terjadi beberapa pekan terakhir. Sepekan lalu tanah sudah longsor dan Minggu (5/3) itu longsor susulan,” kata Esanto.

Longsor pertama mengenai jalan menuju Gereja Santa Maria Loudes Promasan. Material longsor dibersihkan warga bersama relawan dan Taruna Siaga Bencana (Tagana).

“Jalan sudah dibuka kembali setelah ditutup sementara. Namun longsor kembali terjadi, kali ini masih sama di lokasi longsor pertama dan kondisinya lebih parah karena material longsor menutup seluruh badan jalan,” kata Esanto.

Empat dusun sempat terisolasi, Kajoran, Tanjung, dan Semawung di Desa Banjaroya dan Kalisentul di Desa Banjarharjo. “Warga sudah menyingkirkan material longsor. Jalan harus dibuka karena merupakan jalan utama,” kata Esanto.

Penutupan jalan dilakukan kendati menyulitkan warga yang ingin ke Gereja Santa Maria Lourdes Promasan atau berziarah di Gua Maria Sendangsono. Namun itu untuk mengantisipasi adanya koban jiwa jika terjadi longsor lagi.

“Mereka harus memutar dengan selisih 700 meter lebih jauh. Jalannya juga lebih sempit, bagi rombongan peziarah yang datang dengan bus besar harus diturunkan jauh dari lokasi dan melanjutkan berjalan kaki,” ujar Esanto.

Salah seorang peziarah Paimin pasrah menghadapai penutupan jalan. “Saya berharap longsor tidak terjadi lagi sehingga tidak membahayakan masyarakat,” kata Paimin. (tom/iwa/mar)