RADARJOGJA.CO.ID – Pemkab Gunungkidul terus melengkapi pendukung pariwisata. Empat proyek digagas dan diupayakan direalisasikan tahun depan. Anggaran yang disiapkan, totalnya mencapai ratusan juta rupiah.

Empat proyek tersebut meliputi pembangunan jembatan dan jalan. Untuk jembatan, di antaranya jalan penghubung Gembyong, Desa Ngoro-Oro, Patuk senilai Rp 61 miliar, Jembatan Nguwot, Desa Ngalang sebesar Rp 40 miliar. Kemudian akses jalan Kemadang-Pantai Sepanjang, Kecamatan Tanjungsari senilai Rp 45 miliar dan jalan Kepek-Pantai Ngrenehan, Kecamatan Saptosari sebesar Rp 44 miliar.

Usulan rencana pembangunan semula ditujukan pada provinsi untuk pembiayaan melalui APBD. Dalam perkembangannya, dari empat usulan, baru dua program pembangunan jembatan yang disetujui.

“Sementara untuk pembangunan jalan menuju Pantai Ngrenehan dibiayai secara mandiri oleh kabupaten,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Gunungkidul Eddy Praptono, Minggu (5/3).

Eddy juga mengusulkan pembangunan jalan Kemadang-Sepanjang agar dibiayai provinsi. Menurutnya, program tersebut mulai dilaksanakan. Misal, pembangunan Jembatan Gembyong yang ditarget selesai akhir tahun ini.

Sementara, pembangunan tahap pertama Jembatan Nguwot sudah selesai dan rencananya dilanjutkan pada 2018. Pembangunan berhenti sembari menunggu penyelesaian pembebasan lahan dari lokasi tersebut menuju ke wilayah Gading.

“Pembangunan jalan Kemadang-Sepanjang dan Kepek-Ngrenehan masih dalam proses pembebasan lahan,” paparnya.

Dikatakan, upaya pembangunan akses infrastruktur untuk mendukung pengembangan sektor kepariwisataan. Pembangunan jembatan Gembyong atau Nguwot sebagai upaya memecah kepadatan arus lalulintas jalur utama Patuk.”Upaya realisasi pembangunan ditergetkan bisa selesai semua, paling cepat akhir 2018,” tegasnya.

Ketua DPRD Gunungkidul Suharno berharap, pembangunan infrastruktur mendukung sektor pariwisata. Dengan begitu, persoalan kepadatan lalulintas yang belakangan mulai terasa bisa diminimalisir.(gun/hes)