RADARJOGJA.CO.ID – Di Provinsi DIJ ada 301 desa dari total 438 desa berada di kawasan rawan longsor dengan level 12 (tinggi). Desa Hargotirto, Kecamatan Kokap termasuk desa yang masuk kategori tersebut.

Demikian disampaikan Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIJ Hery Siswanto di sela simulasi bencana longsor di Desa Hargotirto belum lama ini.

“Dengan tingkat kerawanan tinggi itu, BPBD memiliki kewajiban melakukan penanggulangan dan berupaya melindungi masyarakat di radius rawan bencana. Salah satunya dengan membentuk desa tangguh bencana,” kata Hery.

Warga diajarkan menyikapi bencana dengan baik dan tepat. Sehingga simulasi selalu dimulai dengan deteksi dini. Warga diajarkan mengenali jalur evakuasi menuju daerah aman untuk menekan korban jiwa.

“Ibu hamil, orang tua dan anak-anak menjadi prioritas evakuasi. Juga diajarkan koordinasi antara warga, pemerintah desa, BPBD dan instansi terkait saat bencana,” kata Hery.

Ketua Forum Desa Tanguh Bencana Hargotirto Basuki mengatakan Desa Hargotirto masuk kategori desa tangguh bencana.

“Melihat topografi Hargotirto, wilayahnya memang indah di perbukitan. Namun tanahnya labil dan mudah longsor,” kata Basuki.

Simulasi diharapkan menjadi bekal dan pelajaran berharga warga saat menghadapi bencana. “Warga diharapkan sigap dan titen (peka) terhadap kondisi alam,” kata Basuki.

Kepala Desa Hargotirto Sabarno mengatakan masyarakat semangat mengikuti simulasi. “Diharapkan warga lebih tangguh dan siap menghadapi bencana,” kata Sabarno. (tom/iwa/mar)