RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN – Selama gelaran Dirgantara Cup, PSS Sleman hanya menggelar sekali latihan setiap harinya di pagi hari. Hal itu dilakukan pelatih Freddy Muli untuk menghormati tim yang bertanding di Stadion Maguwoharjo. “Tidak enak kalau mau keluar latihan pas ada pemain dari tim-tim lain di sekitar mess yang siap bertanding. Kami harus jaga etika,” ungkapnya.

Meskipun demikian, darihasil latihan fisik sejauh ini sudah mulai terlihat progres peningkatan. Setidaknya pelatih yang menetap di Sidoarjo Jawa Timur itu menyebut ada 20 persen peningkatan fisik dibandingkan awal ia melatih. Ia mengaharapkan fisik Busari dkk bisa lebih terdongkrak 50 persen lagi jelang Liga 2 bergulir. “Memang tidak gampang mengingat para pemain saat ini hanya berlatih satu kali tiap hari,” tuturnya.

Rencananya tim akan menggenjot fisik di pantai daerah Bantul. Hal itu diharapkan bisa meningkatkan ketahanan dan kekuatan pemain lebih lama di lapangan.

Di luar permainan di lapangan, mantan arsitek Persebaya Surabaya dan Persida Sidoarjo itu meminta pemainya tidak mudah besar kepala. Sebab pasca penampilan ciamik di Piala Presiden lalu, pujian banyak mengalir ke pemainnya.”Saya takut nanti menimbulkan efek negatif, terutama psikologis pemain. Kami tidak mau para pemain besar kepala. Pemain fokus latihan jangan berpikir hal lainnya. Saya ingin PSS ini meningkat dibanding penampilan di Piala Presiden lalu,” harapnya.

Mengenai pemain baru, yang terakhir mendarat di Maguwoharjo adalah Joko Prayitno (striker) dan Bakhori Andreas (gelandang) dari Perssu Sumenep. Sementara PSS masih membutuhkan satu pemain berposisi kiper untuk menemani Try Hamdani Goentara dan Gratheo Hadi. “Kualitasnya harus yang sama atau lebih baik dari yang sudah ada di tim,” ungkap Manajer PSS Sleman Arif Juli Wibowo. (riz/din/ong)