RADARJOGJA.CO.ID – Sempat tertunda selama dua bulan lebih, pemerintah desa (Pemdes) Temuwuh akhirnya sukses melantik dua pamong hasil proses seleksi akhir tahun lalu, Jumat (3/3). Pelantikan itu menyusul keluarnya rekomendasi dari camat Dlingo.

Kendati begitu, pelantikan Purwanta sebagai sekretaris desa dan Legimin sebagai kasi pelayanan umum ini sedikit ternoda. Sebab, pelantikan ini menuai protes. Ya, di sela pelantikan ratusan warga menggeruduk balai desa Temuwuh. Mereka menolak pelantikan dua pamong terpilih ini.

“Yang jadi siapa nggak masalah. Asal transparan,” ketus perwakilan warga Bambang Sutopo dalam orasinya kemarin.

Bambang mencium proses seleksi ini tidak beres sejak awal. Salah satu indikasinya pemdes sempat mengganti anggota tim sembilan (panitia seleksi). Hal ini pula yang berakibat satu dari sembilan orang panitia menolak menandatangani berkas permohonan rekomendasi hasil seleksi kepada camat. Sehingga camat Dlingo kala itu pun menolak mengeluarkan rekomendasi.

Dampaknya, proses pelantikan dua pamong terpilih terkatung-katung. Sekadar catatan, proses seleksi pamong di Desa Temuwuh sempat menjadi persoalan dan menarik perhatian pemkab beserta Komisi A DPRD Bantul. Bahkan, Bagian Pemdes dan Inspektorat Daerah hingga turun tangan melakukan pemeriksaan.

Akhirnya hasil pemeriksaan ini memerintahkan camat Dlingo mengeluarkan rekomendasi serta Pemdes Temuwuh segera melakukan pelantikan. Sebab, merujuk Permendagri No. 83/2015 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa berkas permohonan cukup ditandatangani tiga anggota tim sembilan. Yaitu, ketua, sekretaris dan anggota.

Kendati begitu, Bambang tetap curiga. Dia menuding ada kongkalikong atas keluarnya rekomendasi dari camat ini. Sebab, camat terdahulu menolak memberikan rekomendasi. “Kami akan bawa (persoalan ini) ke ranah hukum, ke PTUN,” ancamnya.

Camat Dlingo Tri Mujiana menegaskan, kebijakannya mengeluarkan rekomendasi atas hasil pemeriksaan pemkab. Kendati begitu, sebelum mengeluarkan rekomendasi, Tri mencabut surat yang dikeluarkan camat terdahulu. Ini untuk menggugurkan surat penolakan camat sebelumnya.

“Dan yang bersangkutan (dua pamong terpilih) dapat nilai tertinggi,” tambahnya. (zam/din/mar)