RADARJOGJA.CO.ID – Pembangunan ruas Jalan Sedan-Jekeling, Desa Sidorejo, Kecamatan Lendah menjadi sorotan dewan. Proyek jalan 500 meter itu ditinggalkan rekanan tanpa alas an. Kondisi jalan kini rusak parah dan sulit dilalui warga. Padahal anggaran yang digunakan sekitar Rp 400 juta.

“Warga mengeluh karena pengerjaan tidak tuntas. Tumpukan pasir dan batu dibiarkan teronggok tanpa dirapikan di tepi jalan,” kata anggota DPRD Kulonprogo Muhammah Ajrudin Akbar kemarin.

Saat pengecekan, Ajrudin ditemani anggota DPRD Kulonprogo Priyono Santoso, Camat Lendah Sumiran, Kades Sidorejo Sutrisno dan perangkat desa dan perwakilan warga Sidorejo.

Kerusakan jalan menjadi buah bibir dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Lendah. Anggota DPRD Kulonprogo Priyo Santoso meminta dinas terkait segera mencarikan solusi. Proyek pembangunan jalan dengan dana besar itu harus dilanjutkan. Sebab jalan tersebut sangat vital untuk jalur transportasi warga.

“Pekerjaaanya asal-asalan, aspal mulai mengelupas. Kapan rusaknya kami tidak tahu, namun baru digarap beberapa bulan lalu,” kata Priyo Santoso.

Warga setempat, Wahyono prihatin dengan perilaku rekanan atau pemborong. Jika proyek tersebut dikerjakan serius seharusnya Oktober 2016 sudah selesai, dan saat ini masih masa pemeliharaan. Namun nampaknya rekanan telah menghentikan pekerjaannya. Bahkan masih ada beberapa meter jalan yang belum dicor atau diaspal.

“Pasir dan split serta molen ditinggal seperti itu. Mungkin sengaja ditinggal untuk dipakai lagi menyelesaikan pekerjaan, namun sampai sekarang mereka belum melakukannya,” keluh Wahyono.

Warga lainnya, Triatmi menambahkan, jalan mulai dibangun dan dicor Juli 2016. Namun sampai menjelang Natal 2016 pekerjaan belum selesai.

“Dewan sudah datang ke sini bersama camat, kades dan dukuh setempat. Saya jawab apa adanya,” ungkap Triatmi.

Dikatakan, karena pekerjaan lama tidak dilanjutkan maka warga berinisiatif memindahkan material ke pinggir jalan agar tidak menganggu lalu lintas. “Sebenarnya para pekerja sempat melakukan pengecoran beberapa meter. Tapi tiba-tiba hujan lebat, sehingga cor-coran tergerus air hujan dan kondisinya seperti ini,” kata Triatmi.

Kabid Cipta Karya, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulonprogo Zahram Asurawan menyatakan, proyek tersebut dikerjakan CV BS. Nilai kontraknya Rp 391.858.000. Berdasar kontrak kerja, pekerjaan diselesaikan 90 hari kalender terhitung sejak 19 Juli 2016.

“Semestinya rampung Oktober 2016,” tegas Zahram. (tom/iwa/mar)