RADARJOGJA.CO.ID – MUNGKID – Wahana wisata baru yang sedang digandrungi warga Kabupaten Magelang memakan korban jiwa. Lima orang hanyut saat bermain tubing di tengah derasnya arus anak Sungai Elo di wilayah Tegalrejo, Kamis (2/3). Dua orang ditemukan meninggal dunia dan dua lainnya selamat. Sedangkan satu korban lain masih dalam pencarian.

Tubing merupakan kegiatan meluncur bebas di atas permukaan sungai menggunakan ban dalam mobil. Itulah yang dilakukan lima warga Dusun Sorobayan, Banyuurip, Tegalrejo, yakni: Agus Setiawan, 30, Syamsul Maarif, 17, Azis Muslim, 17, Cahyo, 17, dan Wildan,17.

Informasi yang dihimpun di sekitar lokasi kejadian, kelima korban tak menyadari ketika arus sungai naik akibat tingginya debit air setelah hujan lebat mengguyur wilayah Kabupaten Magelang sejak siang itu. Bahkan, kelimanya bermain tubing hanya menggunakan alat seadanya. Tanpa alat pengaman. Mereka juga tak melibatkan operator tubing berpengalaman.

“Mereka tergolong nekat. Apalagi tak melihat kondisi cuaca yang sedang hujan lebat,” ungkap Ketua Tim Garda Rescue Edy Widjanarko di sela pencarian korban kemarin (3/3).

Menurutnya, kelima korban terseret arus sungai sekitar pukul 17.00. Saat itu peningkatan debit air datang secara tak terduga. Riak air seketika menyapu para korban dan menghanyutkan mereka ke aliran Sungai Elo yang arusnya lebih besar.

Dua korban, Cahyo dan Wildan berhasil menyelamatkan diri setelah berusaha menjangkau bibir sungai. “Keduanya tampak masih shock, saat kami temukan,” lanjut Edy.

Sejurus kemudian, tim SAR menemukan jasad Agus Setiyawan di lokasi tak berjauhan dari dua korban selamat. Saat ditemukan, jasad Agus dalam posisi tertelungkup di bawah ban dengan tangan masih terikat pada badan ban sekitar pukul 19. 30. Sedangkan jasad Syamsul Maarif yang hanyut hampir 24 jam ditemukan di hilir Sungai Elo sekitar pukul 14.30 kemarin. Tepatnya di Pantai Trisik, Kulonprogo.

Jasad para korban langsung diserahkan ke keluarga masing-masing untuk dimakamkan.(cr2/yog/ong)