RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA – Aksi klithih di wilayah DIJ seolah tak pernah ada habisnya. Komitmen penegak hukum dalam pemberantasan klithih juga patut terus didorong.

Bagaimana tidak, sempat reda tak berapa lama, kasus klithih yang melibatkan pelajar kembali menyeruak. Yang terbaru, dua korban terluka akibat aksi kekerasan jalanan itu di wilayah Kotagede, Kota Jogja, Kamis (2/3). Bahkan, aksi klithih tak hanya terjadi malam hari. Para pelaku mulai nekat berulah di siang bolong.

Informasi yang dihimpun Radar Jogja, kedua korban adalah Yoga Agung Rahman,15, warga Notoprajan, Ngampilan dan Alif Febrian, asal Kampung Tinalan, Prenggan, Kotagede.

Yoga mengalami luka sabetan senjata tajam di bagian pinggang kiri. Sedangkan Alif terluka sayat di pipi kiri.

Tak lebih dari 24 jam aparat gabungan Polsek Kotagede dan Polresta Jogja berhasil membekuk pelaku. Yang membuat miris, para pelaku ternyata masih berstatus pelajar kelas X di sebuah SMA di Kota Jogja.

Bahkan, salah seorang pelaku diciduk polisi usai menjalani ujian sekolah. Pelaku tersebut juga harus menjalani pemeriksaan dengan masih mengenakan seragam sekolah.

Kapolresta Jogja Kombes Pol Tommy Wibisono menyatakan, dua orang pelaku berinisial Dm,16 berperan sebagai eksekutor. Sedangkan pelaku lain, Rh,16, sebagai joki.

Dari keterangan para saksi, mereka berjumlah empat orang dengan berboncengan 2 sepeda motor.

“Dua pelaku berhasil kami ringkus meski dengan petunjuk yang sangat minim. Sementara dua lainnya masih dalam pengejaran. Kami minta orang tua dan pihak sekolah menyerahkan mereka kepada kami,” kata Tommy kemarin (3/3). (bhn/yog/ong)