RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA – Rumah milik Barkah Budi Setyanto, 47, di Pelemsari, Prenggan, Kotagede, dirusak orang tak dikenal, Rabu malam (1/2). Akibat perusakan itu, sebuah kaca bagian depan rumah pecah dan meninggalkan lubang besar menganga.

Kabar yang berhembus di kalangan warga, aksi perusakan itu ditengarai kental dengan nuansa politis. Apalagi selama ini, Budi dikenal sebagai simpatisan salah satu pasangan calon (paslon) wali kota.

Pemilik rumah, Budi, sapaannya, menjelaskan perusakan rumah itu sudah dua kali terjadi. Aksi perusakan itu terjadi saat sengketa Pilwali 2017 tengah memanas.

Sebelumnya, jendela kaca bagian kamar depan dirusak pada akhir Februari lalu. Kemudian berlanjut pada Rabu malam lalu.

Budi menjelaskan, perusakan rumah yang dilakukan pada akhir Februari itu dia menyaksikan pelaku sejumlah enam orang. Mereka melakukan perusakan pada kaca bagian rumah sekitar pukul 19.45.

Ketika itu, dirinya tengah berada di dalam kamar. Namun, tidak berani keluar karena pelaku jumlahnya sangat banyak.

Sedangkan kejadian Rabu malam itu, Budi menjelaskan, peristiwa terjadi sekitar pukul 21.00. Saat perusakan itu, dirinya bersama keluarga tengah berada di dalam kamar.

“Saya lihat ada sebuah sepeda motor melintas di depan dan memecah kaca dengan alat seperti celurit,” kata Budi, kemarin (2/3).

Saat terdengar pecahan kaca, dia berusaha mengejar pelaku. Namun, pelaku terlebih dahulu hilang dari kejaran. Pria yang keseharian sebagai penjaga parkir di Pasar Beringhajo ini menuturkan, pelaku diduga berjumlah dua orang.

Saat melakukan aksi, mereka menggunakan penutup wajah seperti jas hujan atau jumper. Setelah melakukan perusakan, motor yang dikendarai pelaku melaju ke arah utara.

Meski cukup dikenal sebagai salah satu pendukung salah satu pasangan calon (paslon), Budi mengaku selama ini tidak pernah memiliki musuh. Baik di wilayah kampungnya maupun di tempat kerja.

“Saya itu tidak pernah bermusuhan dengan siapapun. Semua baik-baik saja,” jelasnya.

Kedua kejadian itu, jelasnya, sudah dilaporkan ke polisi. Budi juga mengaku pelaku perusakan rumahnya tidak mengucapkan kata-kata, melainkan hanya merusak, kemudian melarikan diri.

Sementara itu, Kepala Polsek Kotagede Kompol Gunawan mengaku masih menyelidiki kasus perusakan tersebut. Pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa saksi-saksi di lokasi kejadian.

“Belum bisa diketahui motifnya karena saat ini masih dalam penyelidikan,” ujar Gunawan. (bhn/ila/ong)