RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN – Kehebohan penyambutan kedatangan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz ke Indonesia turut menyita perhatian keluarga korban kecelakaan crane Makkah pada 11 September 2015. Sebab, hingga saat ini Pemerintah Arab Saudi belum menepati janji. Terkait santunan korban meningggal senilai 1 juta Riyal atau setara Rp 3,8 miliar.

Almarhum Sriyana Warjo Sihono merupakan salah satu korban meninggal asal Rewulu Kulon, Sidokerto, Godean.

Kerabat korban, Muhammad Fauzan, mengaku belum menerima sepeserpun uang santunan yang dijanjikan tersebut. Dia berharap, kehadiran Raja Salman akan berimbas pada kejelasan janji tersebut.

“Harapan kami (kehadiran Raja Salman) akan membawa hasil positif. Bisa segera direalisasikan santunannya,” tuturnya kemarin (2/3).

Fauzan mengungkapkan, Sriyana adalah tulang punggung keluarga. Kepergian iparnya ini berdampak langsung pada ekonomi keluarga. Sebagai gantinya, sang istri Suryantiningsih yang harus pontang-panting menopang ekonomi demi kelangsungan hidup bersama dua anaknya.

Menurut Fauzan, penghasilan Suryantiningsih sebagai guru TK tak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Apalagi, bisnis teralis yang dirintis Sriyana terpaksa kukut karena tak ada lagi yang mengelola. “Saya yakin Raja Salman akan menepati janjinya. Berharap pemerintah Indonesia bisa mengomunikasikan kembali hal tersebut,” harapnya.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah Arab Saudi menjanjikan uang santuan bagi keluarga korban crane. Baik korban meninggal dunia maupun luka-luka. Adapula santunan cacat fisik tetap sebesar 500 ribu Riyal atau setara Rp 1,9 miliar.

Lebih dari itu, dua orang keluarga korban meninggal dunia juga dijanjikan menunaikan ibadah haji gratis sebagai tamu kerajaan.

“Sebelumnya kami sempat tanya ke panitia haji. Tapi memang belum ada hasil karena menunggu Pemerintah Arab Saudi,” bebernya.

Terpisah, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kabupaten Sleman Zainal Abidin mengakui belum adanya informasi dan tindak lanjut santunan. Alasannya, masalah tersebut menjadi domain pemerintah pusat.

Kendati demikian, Zainal berpesan agar para keluarga korban tak bertindak gegabah menyikapi kehadiran Raja Salman. Dia khawatir ada pihak yang memanfaatkan momentum itu untuk menagih janji.

“Komunikasi tetap lewat jalur resmi saja. Kami pasti akan membantu jika ada informasi lanjutan. Jangan langsung percaya ada tawaran bantuan jika tidak jelas sumbernya,” tutur Zainal. (dwi/yog/ong)