RADARJOGJA.CO.ID – Hujan intensitas tinggi mengakibatkan tanah longsor di Pedukuhan Klangon, Desa Banjaroya, Kecamatan Kalibawang, Rabu (1/3) petang pukul 17.00. Material tanah menutup jalan provinsi menghubungkan Sentolo dan Muntilan di Kilometer 28.

Menghindari longsor susulan, arus lalu lintas (lalin) dari dua arah (Muntilan dan Sentolo) dialihkan. Tebing setinggi 15 meter dan lebar 20 meter masih labil. Pengalihan arus untuk mempercepat pembersihan material longsor yang menutup jalan dengan ketebalan satu meter.

“Berdasar koordinasi BPBD dan DPU, jalan kami tutup dan sementara arus lalu lintas kami alihkan. Selain mengantisipasi longsor susulan, di atas tebing juga masih ada beberapa pohon yang mudah tumbang dan membahayakan,” kata Kapolsek Kalibawang Kompol Joko Sumarah.

Bencana tanah longsor ini sudah dilaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) DIJ. Koodinasi juga dilakukan dengan Polsek Muntilan/Ngluwar dan relawan di wilayah Magelang.

“Kenapa kami koordinasikan dengan DPU DIJ? Karena ini merupakan jalan provinsi,” kata Joko.

Keputusan mengalihkan arus lalu lintas menjadi pilihan tepat, mengingat jalan Sentolo-Muntilan ini merupakan jalur padat dan ramai kendaraan.

Kendaraan dari Sentolo (Kulonprogo) dialihkan melalui Jagalan tembus Borobudur, dan Magelang. Sementara dari barat (Kaliwabang) dilewatkan melalui Jembatan Ancol. Begitu pula kendaraan dari arah sebaliknya (Magelang). Selisih jaraknya cukup jauh sekitar 8 kilometer.

“Memang agak jauh tetapi ini untuk keselamatan warga. Sebab di malam hari jalan juga gelap dan licin. Kami pastikan sampai aman baru dibuka, kebetulan pagi ini (kemarin) cuaca cerah, dan sesuai kesepakatan kami akan buka secara bertahap,” ujar Joko.

Anggota TRC BPBD Kulonprogo Indarto menambahkan, sebelum longsor terjadi hujan sangat lebat mengguyur sejak siang hari. Lalu tebing di jalan Sentolo-Muntulan Km 28, Klangon, Banjaroyo longsor. Setelah koordinasi dengan kepolisian dan DPU jalan ditutup, dan arus lalu lintas dialihkan.

“Pagi ini (kemarin) secara bertahap kami membuka akses jalan dengan mengevakuasi material tanah longsor yang menutup hampir separo badan jalan secara manual. Kami juga melakukan asesmen, informasi terakhir longsor hanya satu lokasi ini,” kata Indarto.

Pengguna jalan, Solikhin, warga Borobudur menyatakan, langkah pengalihan arus tidak menjadi masalah. Kendati memutar lebih jauh, demi keselamatan dia tidak keberatan.

“Cukup menggangu sebetulnya, tadi malam (kemarin) saya mau lewat sini ditutup. Kalau memutar ya sekitar 10 kilometer. Rumah saya sebetulnya cuma dekat sini, tebingnya tinggi dan curam khawatir kalau ada longsor susulan. Semoga tidak terjadi longsor lagi,” harap Solikhin. (tom/iwa/mar)