RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA– Enam aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Jogja kembali dipanggil panwaslu setempat kemarin (2/3). Pemanggilan tersebut untuk diklarifikasi terkait

dugaan sikap tidak netral pada pelaksanaan Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Jogja 2017. Tak semua ASN hadir memenuhi panggilan panwaslu. Dua di antaranya absen dengan alas an sedang dinas luar.

“ASN harus netral, baik sebelum maupun selama kampanye. Apalagi prosesnya belum sempai finish. Bahkan setelah (pilwali) selesai, netralitas ASN harus tetap dijaga guna menghindari konflik kepentingan,” ujar Anggota Panwaslu Divisi Penindakan Pelanggaran PilkeskaHiranurpika.

Dikatakan, semua ASN yang dipanggil berstatus sebagai terlapor. Adapun, pihak pelapor adalah tim sukses pasangan calon wali kota-wakil wali kota nomor urut 1 Imam Priyono-Achmad Fadli. ‎

“Semua terlapor kami klarifikasi secara bergantian bersama tim Gakkumdu. Ini untuk melihat kemungkinan pelanggarannya,” lanjut Pilkeska.

Selanjutnya, hasil klarifikasi akan dikaji bersama Gakkumdu untuk diambil kesimpulan. Menurut Pilkeska, klarifikasi penting guna memastikan adanya pelanggaran pidana atau pelanggaran lain oleh para terlapor.

Eko Budi, salah seorang terlapor, berkilah atas dugaan pelanggaran yang dialamatkan padanya. Ia memastikan, semua kejadian yang merunut hingga berbuntut pelaporan itu terjadi secara insidental. Tidak ada unsur kesengajaan.” Kami dan beberapa teman lain memang sedang keluar kota untuk melakukan touring ke Semarang. Itupun dengan sepeda motor,” kelitnya.

Terlapor lain,Dwi Supaham, mengaku kaget melihat fotonya yang mengenakan kaus bernomor 2 dijadikan persoalan oleh pelapor. Seperti halnya Eko, Dwi juga berkilah tak ada unsur kesengajaan dalam peristiwa tersebut. “Saya sampaikan apa adanya saja.

Sebagaimana diketahui, tim sukses pasangan nomor urut 1 melaporkan enam ASN yang diduga tidak netral karena mendukung paslon 2 Haryadi Suyuti-Heroe Poerwadi. Bukti laporan berupa foto keenam orang tersebut yang mengenakan kaus paslon nomor 2 dengan simbol jari yang juga identik dengan calon petahana. Diperkirakan foto diambil pada Sabtu akhir pekan lalu di daerah Ambarawa, Jawa Tengah.(sky/yog/ong)