RADARJOGJA.CO.ID – Gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) yang diajukan paslon nomor urut satu, Imam Priyono-Achmad Fadli, membuat waktu penetapan paslon terpilih oleh KPU Kota Jogja berubah.

Ketua KPU Kota Jogja Wawan Budiyanto mengakui jadwal penetapan paslon terpilih sebelumnya direncanakan pada 8 -10 Maret 2017 dengan catatan tidak ada gugatan hukum yang diajukan ke MK.

Jika ada gugatan hukum, maka penetapan paslon terpilih menunggu hasil sidang MK. “Sehari setelah ada putusan MK bisa langsung kami tetapkan,” ujarnya.

Dia menyebut, pokok materi gugatan di MK baru diputuskan pada 13 sampai 16 Maret 2017. Setelah ada kejelasan materi gugatan, pihaknya akan mempersiapan data-data yang dibutuhkan seperti fomulir C atau hasil rekapitulasi.
Ditegaskan, selama ini KPU sebagai penyelenggara pilkada dalam bekerja sesuai prosedur dan peraturan, sehingga siap jika diminta memberikan jawaban.

“Kan sekarang sedang diproses pengajuannya (gugatan) ke MK. Kalau kami sudah tahu materinya yang digugat apa, baru kami akan siapkan jawaban dan alat buktinya,” ungkapnya.

Mengacu pada Peraturan MK nomor 3 tahun 2017 terkait tahapan kegiatan dan jadwal penanganan perkara perselisihan hasil pemilihan gubernur, bupati, dan wali kota, pemeriksaan perkara terhadap gugatan diajukan pada 13-30 Maret 2017. Sedangkan putusan perkara perselisihan hasil pilkada bupati dan wali kota pada 10-19 Mei 2017 atau paling lama 45 hari kerja sejak permohonan gugatan dicatat. (pra/ila/ong)