RADARJOGJA.CO.ID – Bisnis Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Handayani Gunungkidul sampai saat ini belum meraih keuntungan. Bahkan, petinggi perusahaan plat merah ini mengaku bisnis air tidak balik modal dan justru minus miliaran rupiah. “Tahun lalu, kami minus Rp 1 miliar,” ungkap Direktur Utama PDAM Tirta Handayani Isnawan Fibriayanto, Selasa (1/3).

Ia melanjutkan, pada 2016, dengan pengeluaran mencapai Rp 36 miliar, ternyata hanya memperoleh pendapatan Rp 35 miliar. Kalkulasi untung rugi tersebut dihitung dari pendapatan jualan air dari pelanggan yang tersebar di sejumlah kecamatan.

“Pengeluaran tersebesar perusahaan adalah untuk biaya listrik. Untuk menyedot air dari sumber dan dialirkan ke konsumen menggunakan pompa bertenaga listrik,” ujarnya.

Supaya kerugian tidak berlanjut, Isnawan mengaku berupaya menggenjot pendapatan dari isntalasi pemasangan saluran air. Selain itu PDAM juga meningkatkan ketepatan waktu pembayaran tagihan air dari konsumen.

“Salah satunya adalah melalui program berhadiah. Bagi konsumen yang rajin membayar tagihan air tepat waktu, berkesempatan mengikuti program tersebut,” terangnya.

Apa hingga sekarang ketepatan waktu pelanggan membayar rekening air belum baik, lanjut Isnawan, terus membaik. Saat ini tingkat pembayaran tepat waktu mencapai 85 persen. Diharapkan, dengan adanya program undian berhadiah motor, ketepatan waktumembayar rekening mencapai angka 100 persen.

Soal kemungkinan menaikkan tarif, Isnawan mengaku belum ada rencana. Karena masih mempertimbangkan kelas pendapatan masayarakat. Saat ini, besaran tarif dasar yang berlaku mencapai Rp 3.700.

Direktur Umum PDAM Tirta Handayani Kristina Tri Andarawati menegaskan, meski rugi, bukan berarti pelayanan optimal pada masyarakat menurun. Ia menargetkan, semua kecamatan bisa terlayani dengan baik.

“Selain meningkatkan pelayanan pada masyarakat, target kami adalah memperoleh laba,” kata Kristina yang baru dilantik bupati.(gun/hes)