RADARJOGJA.CO.ID – Komitmen memberikan pelayanan ekstra cepat kembali dilakukan PT Jasa Raharja (Persero). Pelayanan cepat tersebut diberikan terhadap korban kecelakaan meninggal dunia yang terjadi di Kabupaten Gunungkidul, Kamis (2/3) yaitu Hadi Mualam, 55 tahun.

“Almarhum Hadi Mualam meninggal karena kecelakaan lalu lintas sekitar pukul 05.00 dan santunannya kami cairkan empat jam kemudian yaitu sekitar pukul 09.00,” kata Kepala PT Jasa Raharja DIJ, Jahja Joel Lami SE MM AAA-IK kepada Radar Jogja Online Kamis (2/3).

Dari informasi yang dihimpun Radar Jogja Online, insiden kecelakaan yang dialami korban Hadi Mualam terjadi di Jalan Ngelipar, Sambipitu, Gunungkidul, Kamis (2/3) pukul 05.00. Kala itu, sepeda motor A 2845 BL yang dikendarai korban Hadi mengalami kecelakaan dengan sebuah mobil nomor polisi S 9400 VU. Akibatnya, warga Pilangrejo RT 6 Ngelipar, Gunungkidul itu meninggal dunia.

Setelah mendapatkan informasi adanya kecelakaan di Jalan Ngelipar, Penanggungjawab PT Jasa Raharja Gunungkidul Suhadi langsung menuju rumah korban. Ia didampingi pelaksana administrasi PT Jasa Raharja Samsat outlet Bank BPD Semin, Riki Permana untuk berkoordinasi dengan kepolisian dan mengumpulkan berkas untuk keperluan pencairan santunan.

“Petugas kami langsung berkoordinasi dengan polisi dan ahli waris korban yaitu Sumarni, isteri korban. Santunan dicairkan dengan cara ditransfer ke rekening atas nama ahli waris,” jelas Jahja.

Menurut Jahja, pelayanan ekstra cepat ini merupakan bagian dari komitmen PT Jasa Raharja memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Tak hanya bagi korban meninggal, layanan cepat juga diberikan kepada korban kecelakaan yang Hmengalami luka-luka.

“Korban kecelakaan lalu lintas dan angkutan umum yang mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan di rumah sakit tidak perlu memikirkan biaya perawatan. Sebab, nanti kami akan menerbitkan surat garansi leter bahwa korban ditanggung PT Jasa Raharja. Namun, biaya perawatan yang ditanggung PT Jasa Raharja maksimal Rp 10 juta,” jelas Jahja.

Namun demikian, Jahja menerangkan, bahwa pelayanan ekstra tersebut membutuhkan partisipasi dari masyarakat. Karena itu, ia meminta kepada masyarakat yang mengetahui adanya kecelakaan atau menjadi korban kecelakaan segera menghubungi kantor polisi terdekat dan PT Jasa Raharja.

“Laporan masyarakat penting supaya PT Jasa Raharja dapat segera menuju ke lokasi terjadinya kecelakaan atau mendatangi rumah sakit tempat korban dirawat,” terang Jahja. (mar/dem)