Pernah Diledek, Kini Banyak yang Bergabung Turun ke Jalan

Sebuah harapan yang tak muluk dari Gerakan Jogja Garuk Sampah, yakni kesadaran dan kepeduli lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya. Sepele, tidak muluk-muluk. Tapi, dalam mengajak warga peduli sampah tidak semudah membalikkan telapak tangan.
DEWI SARMUDYAHSARI, Jogja

MISI sekumpulan anak muda yang bergabung dalam Gerakan Jogja Garuk Sampah sebetulnya sangat sederhana. Orang-orang membuang sampah pada tempatnya.

Namun ternyata hal itu tidak mudah dilakukan. Terlebih, setiap kali bergiat, sampah tetap saja berserakan di sudut jalan bahkan persis di samping tempat sampah berada.

“Mas, kenapa repot-repot kan nanti ada yang membersihkan,” ujar orang tak dikenal dengan tiba-tiba mendekati salah satu pegiat Gerakan Jogja Garuk Sampah.

Dengan nada meledek, orang tersebut melanjutkan aksinya. “Buang sampah ya gini saja,” ujarnya sambil membuang sampah digenggamnya seenaknya.

Tingkahnya yang membuat gemas, menarik perhatian Bekti Maulana untuk menghampiri. Rupanya, orang tersebut sengaja bertingkah saat melihat aksi teman-teman Gerakan Jogja Garuk Sampah yang di matanya kenapa harus repot-repot membersihkan sampah, karena toh ada petugas kebersihan yang memang memiliki kewajiban membersihkan sampah.