RADARJOGJA.CO.ID –Polres Gunungkidul menggelar Operasi Simpatik Progo 2017. Razia tertib lalu lintas ini, salah satunya menyasar pengguna jalan yang mengabaikan keselamatan anak.

Kasub Satgas Penindakan dan Pelanggaran, Sat Lantas Polres Gunungkidul Iptu Wasdyanto mengatakan, razia perdana Operasi Sipatik Progo digelar di depan Pasar Argosari, Wonosari, Selasa (1/3).”Salah satu fokus sasarannya adalah pengendara yang mengabaikan keselamatan anak,” kata Wasdyanto.

Ia melanjutkan, dalam razia tersebut, petugas memberhentikan pengguna jalan. Baikberkendara roda dua maupun roda empat. Tidak sedikit, orang tua yang membiarkan anaknya tidak mengenakan pelindung kepala alias helm.

“Langsung dihentikan petugas, karena membahayakan keselamatan,” tegasnya.

Kasat Lantas Polres Gunungkidul AKP Samiyono mengatakan, kegiatan Operasi Progo berlangsung 21 hari. Razia lebih mengedepankan tindakan preemtif dan preventif daripada tindakan penilangan.

“Dengan adanya operasi tersebut, angka kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas turun drastis,” kata Samiyono.

Menurut Samiyono, dalam operasi tersebut diterjunkan 140 personil gabungan dari polsek dan polres. Sementara prosentase tindakan bagi pelanggar lalu lintas, 80 persen preventif dan 20 persen tindakan untuk memberikan pelajaran bagi pengguna jalan yang melanggar hukum.

“Tindakan penilangan hanya dilakukan pada pelanggar kasat mata yang membahayakan keselamatan. Mulai melawan arus lalu lintas, tidak mengenakan helm, dan bermuatan lebih bagi kendaraan roda empat atau lebih,” ujarnya.

Lebih jauh dikatakan, operasi ketertiban lalu lintas digelar di sejumlah wilayah. Pemilihan lokasi razia berdasarkan informasi dari satuan intelkam. Dengan adanya operasi simpatik kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas bisa ditekan semaksimal mungkin.(gun/hes)