RADARJOGJA.CO.ID – Kerajaan Arab Saudi mulai membuka keran kuota haji untuk jamaah asal Indonesia. Sebelumnya ada pemangkasan sebanyak 20persen. Sekarang kembali utuh menjadi full 100 persen.

Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh Kementerian Agama (Kemenag) Gunungkidul Muhammad Yusuf mengatakan, efek dibukannya keran kuota, jamaah haji dari Bumi Handayani meningkat dibanding tahun lalu. “Tahun ini, kuota jamaah haji sebanyak 363 orang. Meningkat dibanding tahun 2016 yang hanya mendapatkan kuota 219 orang,” kata Muhammad Yusuf, Selasa (28/2).

Ia meneruskan, peningkatan kuota haji Gunungkidul terjadi karena pemerintah Arab mengembalikan kuota yang sebelumnya dipangkas 20 persen. Artinya, tahun ini dengan dikembalikannya jumlah kuota, otomatis ada penambahan jumlah calon jamaah haji sebanyak 43 orang.

Dikatakan, pemerintah Arab Saudi memutuskan pengembalian kuota haji Indonesia yang sebelumnya selama tiga tahun terjadi pemangkasan 20 persen ke angka normal. Yakni, dari 168.800 orang menjadi 211 ribu orang. Selain itu, pemerintah Arab Saudi juga berencana menambah kuota haji untuk Indonesia sebesar 10 ribu orang.

“Hingga sekarang, informasi adanya tambahan kuota 10 ribu untuk jamaah asal Indonesia tersebut belum ada kabar lanjutan,” ungkapnya.

Ia berharap, kedatangan Raja Salman ke Indonesia membawa perubahan terhadap jumlah kuota haji asal Indonesia. Apalagi Indonesia dikenal sebagai negara dengan jumlah umat muslim terbesar di dunia.

“Semoga ke depan ada penambahan kuota haji untuk Indonesia. Harapan kami seperti itu pada Raja Salman,” ucapnya.

Kuota haji di Gunungkidul mendaftar tahun 2016 bisa berangkat 2036 atau menunggu 20 tahun. Tahun ini, Kemenag Gunungkidul berharap para calon jamaah haji menjaga kesehatan.”Dalam daftar tunggu sampai 2036 sudah mencapai 4520 orang haji,” ujarnya.

Tambiyo, seorang calon jamaah haji asal Karangtengah Wonosari mengatakan, pihaknya direncanakan berangkat ke tanah suci pada 2019. Dengan kedatangan Raja Arab Saudi ke Indonesia, Tambiyo menaruh harapan besar penambahan kuota. “Kalau bisa ya maju, karena usia saya juga sudah tua,” kata Tambiyo.(gun/hes)