RADARJOGJA.CO.ID – Adanya klaim papan Sultan Grond (SG) di wilayah Kota Magelang, PT Kereta Api Indonesia (KAI) memastikan tidak ada hal tersebut. Jika ada pihak yang mengklaim memiliki SG di Kota Magelang, maka itu upaya ilegal karena SG hanya ada di Jogjakarta. Saat ini PT KAI tengah mengumpulkan bukti- bukti terkait pemasangan papan SG di Kota Magelang. Bahkan pemasang papan SG pun akan dilaporkan ke kepolisian karena menyerobot tanah negara.

“Tanah PT KAI di Magelang jelas aset negara. Jangan sampai diiambilalih orang yang tidak semestinya. Kami berupaya untuk penyelematan melalui jalur hukum,” kata Advisor Penjagaan Aset PT KAI Daop 6 Anny Pujiastuti.

Sementara itu, bagi warga yang menggunakan aset milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) diharapkan tertib aturan sewa. Hal ini karena ada pihak tertentu yang sengaja menggunakan nama PT KAI untuk kepentingan tertentu. Jika memang dirasa meresahkan, PT KAI menyarankan dilaporkan ke polisi.

“Masyarakat tidak perlu resah, aset yang ada di wilayah Magelang dan sekitarnya merupakan milik negara yang dikelola oleh PT KAI,” jelas Manajer Humas PT KAI Daop 6 Eko Budiyanto.

Eko menambahkan, jika warga sewa langsung dengan PT KAI maka membayar sewanya tidak langsung ke person. Namun, melalui transfer via rekening tertentu yang sudah ditunjuk. Nantinya ada keterangan besaran nilai, objek yang disewa dan aturan main lainnya. Jika ada pihak tertentu yang menarik uang sewa aset milik PT KAI secara door to door, bisa saja itu ilegal.

“Kami tidak bertanggung jawab atas tarikan yang dilakukan di luar PT KAI. Kalau sudah terlanjur bayar dengan pihak luar PT KAI, maka bisa diputus kontrak. Silakan lapor ke yang berwajib,” tuturnya.

Senior Manager Penjagaan Aset PT KAI Daop 6 Desra Hidayat mengatakan, luas aset PT KAI Daop 6 di Jateng terdapat 9.401.773 m2 tersebar di Sragen, Solo, Magelang, dan sekitarnya. Khusus di Magelang, asetnya terdapat sekitar 2.614.067 m2. Dari jumlah itu, yang sudah bersertifikat sekitar 337.793 m2 dan yang masih ground card sekitar 2.276.274 m2.

“Itu tersebar di sekitar Kota dan Kabupaten Magelang serta Temanggung. Secara bertahap akan kami sertifikatkan,” tandas Desra. (ady/dem)