RADARJOGJA.CO.ID–Polres Gunungkidul mengamankan sejumlah orang yang diduga kuat sebagai pemakai dan pengedar narkotika jenis baru. Yakni tembakau gorila. Saat ini,tiga tersangka tengah menjalani proses hukum.

Kasus narkotika tersebut berhasil dibongkar berkat laporan masyarakat. Setelah ditindaklanjuti, petugas membekuk satu orang berinisial TRD, 25, warga Karangmojo. Dari keterangan pelaku, muncul nama AES, 23, warga Selang, Wonosari. Dua tersangka ini menyeret seorang warga Serengan, Surakarta, berinisial TM, 23, diketahui sebagai pengedar.

“Mereka (TRD dan AES) mendapat tembakau gorilla dari TM, warga Serengan Surakarta. Kami langsung melakukan penangkapan,” kata Kabag Ops Polres Gunungkidul Kompol Alal Prasetyo, Selasa (28/2).
Alal meneruskan, kasus tersebut terbongkar pada Senin (13/2) berawal dari penangkapan tersangka TDR. Polisi menyita barang bukti berupa satu bungkus rokok dunhill berisi lima batang tembakau gorilla, satu plastik klip berisi delapan batang lintingan tembakau gorilla, dan uang tunai senilai Rp 482 ribu.

Dari tersangka TM, petugas menyita satu bungkus rokok merk LA yang berisikan satu bungkus plastik klip berisi tembakau gorilla dengan berat 4,443 gram. “Kasus ini terus kami kembangkan,” ujarnya.

Menurut Alal, ketiga tersangka terbukti melanggar pasal 114 ayat 1 sub pasal 112 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Permenkes Nomor 2 Tahun 2017 tentang Perubahan Golongan Narkotika. “Tersangka terancam hukuman minimal lima tahun dan maksimal 20 tahun penjara,” tegasnya.

Wakapolres Gunungkidul Kompol Verena Sri Wahyuningsih minta masyarakat tetap waspada terhadap peredaran narkotika jenis baru tembakau gorila. Kepada warga yang mengetahui dugaan peredaran tembakau gorila diharapkan melapor pada aparat penegak hukum.

“Laporan akan dtindaklanjuti, sementara identitas pelapor kami lindungi,” kata Verena.

Ditegaskan, penegakan aturan hukum tidak pandang bulu. Pihaknya juga memastikan hukum tidak tajam ke bawah dan tumpul ke atas. “Siapa saja yang menjadi pengedar narkotika kami tindak tegas,” ujarnya.(gun/hes)