RADARJOGJA.CO.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bergerak cepat untuk memberantas tindak pidana luar biasa. Bahkan, demi efektivitas pemberantasan korupsi, lembaga antirasuah itu mendadak menggelar rapat dengan jajaran Polda dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIJ di Gedung Serba Guna Polda DIJ Selasa (28/2).

Pertemuan itu sebagai upaya koordinasi antara KPK dan penegak hukum yang ada di daerah. Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan yang hadir dari unsur pimpinan. “Khusus untuk pertemuan hari ini kita melakukan komunikasi untuk sinergisitas satu sama lain antara pihak Polda dan Kejaksaan,” jelas Basaria .
Mengenai supervisi kasus, Basaria menyebut hari ini pihaknya tidak melakukan invetarisasi khusus terhadap kasus korupsi yang ada di Jogjakarta. Dalam pertemuan itu, KPK akan menerima sejumlah pelaku dan penggiat anti korupsi, mengenai penanganan korupsi yang ada di Jogjakarta.

Sedangkan untuk penguatan kelembagaan, Basaria menyebut, hal itu dibutuhkan karena KPK memiliki keterbatasan penanganan perkara. KPK tidak bisa menangani perkara yang nilai korupsinya kurang dari Rp1 miliar, tersangka bukan penyelenggara negara dan mendapatkan perhatian dari masyarakat luas.

Sementara itu Kepala Kejaksaan Tinggi DIJ Sri Harijati menyebut, pihaknya masih akan melakukan inventarisasi terhadap kasus-kasus korupsi yang saat ini sedang ditangani. Sebagai pejabat yang baru satu hari menjadi Kajati DIJ, Sri menyebut tidak ada catatan khusus dari Kajati sebelumnya Tony Spontana untuk penanganan kasus korupsi.

Mantan Kapus Badiklat Kejaksaan tersebut mengaku, belum memiliki gambaran apapun mengenai penanganan perkara korupsi di Kejaksaan Tinggi DIJ.

“Baru satu hari dan belum juga sempat duduk di kursi saya di kantor. Akan segera lakukan inventarisasi dan pelajari,” pungkasnya.

Sementara itu Kapolda DIJ Brigjen Polisi Ahmad Dofiri menyebut, ada antusias yang cukup bagus dari anggota Polwan Polda DIJ saat mengikuti pertemuan koordinasi dan supervise yang dilakukan. “Ibu Basaria kebetulan adalah Senior Polwan, dan tadi cukup banyak polwan yang hadir dan mereka antusias untuk ikut menjadi Saya Perempuan Anti Korupsi,” jelas Dofiri. (bhn/eri)