RADARJOGJA.CO.ID – Plt Kepala Kantor Basarnas Jogjakarta Asbani mengingatkan tingginya potensi bencana tanah longsor di wilayah DIJ. Terutama saat musim penghujan. Karena itu, Asbani menegaskan, lembaga vertikal ini terus menyiagakan 75 personel terlatih, berikut peralatan evakuasi canggih.

Hal itu guna mengantisipasi berbagai kemungkinan terburuk dampak bencana. Termasuk untuk menembus medan tersulit sekalipun.

“Karena sebagian wilayah DIJ berupa pegunungan dan perbukitan,” jelas Asbani di sela peringatan HUT ke-45 Basarnas di halaman Kantor Basarnas Jogjakarta, Selasa (28/2).

Adapun, peralatan canggih yang dimiliki Basarnas Jogjakarta, di antaranya eskavator spider. Berbeda dengan eskavator lainnya, bantuan dari Basarnas pusat ini mampu melakukan berbagai gerakan manuver ekstrem. Bahkan, masuk ke medan yang sulit terjangkau. Sebab, keempat kaki eskavator ini mampu bergerak fleksibel. Sesuai kebutuhan.

“Mampu menembus segala medan,” ujarnya.

Kendati demikian, Asbani menyadari jangkauan wilayah DIJ cukup luas. Seluruh personel terlatih dirasa masih kurang untuk mengatasi bencana longsor di beberapa titik secara bersamaan. Karena itulah Asbani meminta seluruh potensi SAR di DIJ ikut andil. Bahu-membahu terjun ke lapangan. Mulai melakukan assessment hingga penanganan.

“Makanya kami rutin melatih 210 potensi SAR setiap tahunnya,” kata dia.

Kasubsi Potensi Kantor Basarnas Jogjakarta Mujiono menambahkan, data pemetaan wilayah rawan longsor dari setiap kabupaten sangat membantu. Itu berfungsi untuk memantau seluruh wilayah andai terjadi hujan deras yang berpotensi menimbulkan longsor.”Plus bantuan potensi SAR. Karena mereka tersebar di seluruh wilayah,” ungkapnya. (zam/mar)