RADARJOGJA.CO.ID – Kehadiran mantan pemain PSM Makassar Basri Lohi memang mampu menjadi pembeda bagi Persiba Bantul. Namun, pemain yang mengawali karir di PSIM Jogjakarta tersebut bakal disimpan di laga perdana Dirgantara Cup, Rabu (1/3) sore.

Pelatih sementara Persiba Bantul Siswanto ‘Kancil’ mengaku tidak ada strategi khusus melawan PSMP. Ia hanya mengistirahatkan pemainnya Selasa (28/2) agar tetap bugar saat pertandingan. Namun tetap berlatih sendiri agar fisik tidak terlalu drop. Sebab saat pertandingan perdana lalu, terlihat beberapa pemain mengalami kram. “Kami istirahat dulu dan baru fokus untuk pertandingan besok,” ujarnya Selasa (28/2).

Disinggung mengenai kemungkinan memasukkan Basri Lohi sejak menit awal, mantan pelatih PPSM Magelang dan PSS Sleman itu masih akan mempertimbangkan. Sebab Basri setelah pertandingan mengalami cidera ringan. “Dia belum fit betul, kemungkinan masih kami simpan dulu. Kami tidak mau ambil risiko apalagi pemain belum resmi dikontrak. Kasihan kalau sampai cidera, apalagi ini baru turnamen pra-musim,” ungkapnya.

Dalam pertandingan kemarin, Persiba masih cukup kokoh di pertahanan. Namun memang lawan Persikama yang beda kasta tidak bisa dijadikan patokan. Sebab Persiba berada di Liga 2 sementara Persikama di Liga 3. Yang mencolok di laga tersebut hanya akselerasi dua sayap mereka Andi Sandria dan Erdin Pratama yang memberikan suplai ke ujung tombak tunggal Nunung Dwi Cahyo. Nunung dari beberapa kali kesempatan di kotak penalti hanya dua yang bisa dikonversi menjadi gol.

Siswanto besar kemungkinan juga akan kembali menerapkan skema 4-2-3-1 yang lebih efektif dan mudah diaplikasikan pemain. Sebab skema 4-4-2 dan 4-5-1 di babak pertama melawan Persikama ternyata macet. Meskipun pilihan strategi tersebut membuat timnya lebih banyak menguasai lapangan tengah. “Skema 4-2-3-1 lebih seimbang dan bisa menutupi kelemahan kami di sisi fisik. Karena kami memang belum melakukan fisik, jadi terlihat setelah 70 menit terlihat menurun,” bebernya.

Sementara itu Pelatih Mojokerto Putra Redi Suprianto sangat bersyukur bisa memetik hasil imbang. Terlebih setelah timnya tertinggal 3-1. Hal tersebut membuat kans timnya lolos ke semifinal masih terbuka. “Pertandingan babak pertama kemarin pemain kami belum nyetel. Babak kedua baru bisa menyesuaikan apalagi setelah skema 4-3-3 tidak jalan, di babak kedua kami ubah ke 4-4-2. Permainan lebih jalan,” ungkapnya.

Dengan persiapan baru 70 persen dan sekali ujicoba, ia cukup puas menjalani laga perdana dengan tidak menelan kekalahan. “Skuad kami masih mencari bentuk. Kelemahan kami memang di wing dan stoper,” imbuhnya. (riz/eri)