RADARJOGJA.CO.ID – Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Ungkapan ini tepat menggambarkan prestasi organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Bantul dalam Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (Lakip). Bagaimana tidak, rata-rata Lakip dari tingkat dinas/badan hingga kecamatan menyabet nilai B. Tak jauh berbeda dengan capaian Lakip pemkab.

Namun demikian, ada tiga lembaga yang memperoleh predikat di bawah standar. Yakni, dinas pendidikan menengah dan formal (Dikmenof) yang mendapatkan nilai CC. Sementara tiga terbaik diraih badan kepegawaian daerah, kantor pengolahan data telematika, serta badan ketahanan pangan dan pelaksana penyuluhan.

Sedangkan tingkat kecamatan, peraih nilai tertinggi adalah Sedayu, Dlingo, dan Pundong. Ketiganya menyabet nilai A. Sementara lembaga lain rata-rata mendapat nilai B dan BB.

Pemkab Bantul pun punya cara unik untuk mendongkrak prestasi sumber daya manusia di lembaga kerja masing-masing. Peraih nilai terbaik berhak mendapatkan hadiah berupa laptop dan printer. Sedangkan OPD bernilai rendah dikado kacamata dan kertas.

Mben dinggo moco karo nulis perencanaan,” kelakar Bupati Bantul Suharsono, Senin (27/2).

Secara umum Suharsono mengaku puas dengan capaian semua lembaga yang dipimpinnya. Orang nomor satu di Bumi Projotamansari ini mengajak seluruh pegawai OPD dan kecamatan tulus mengabdi dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Insya Allah Gusti Allah bakal bales,” lanjutnya.

Sekretaris Daerah Riyantono menengarai, anjloknya nilai Dikmenof sebagai dampak pengambilalihan pengelolaan SMA/SMK oleh pemerintah provinsi akhir tahun lalu.

Sedangkan untuk tingkat kecamatan, menurut Toni, sapaan akrabnya, terjadi peningkatan cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya. Meskipun nilai rata-rata di kisaran B. Yang membedakan adalah naiknya angka persentase.

“Dulu rata-rata 69. Sekarang di angka 73,” jelas Toni usai penyerahan Lakip seluruh OPD dan kecamatan di Gedung Parasamya.

Atas dasar itu, Toni menilai OPD dan kecamatan yang mendapatkan prestasi terendah tak berarti berkinerja buruk. (zam/mar)