RADARJOGJA.CO.ID – Upaya melestarikan budaya ternyata tidak hanya dilakukan masyarakat lokal saja. Wakil rakyat yang duduk sebagai anggota MPR RI pun turut menjaga sekaligus melestarikan budaya lokal. Ini seperti kegiatan pagelaran wayang kulit yang diselenggarakan oleh MPR RI di Balai Desa Murtigading Sanden Bantul, Sabtu (25/2).

Pagelaran wayang kulit dengan lakon Mbangun Sapta Arga dipimpin oleh Dalang Ki Iswahyudi. Hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, Bupati Bantul Suharsono, sejumlah pejabat Pemkab Bantul dan warga Desa Murtigading Sanden.

Kepala Dinas Kebudayaan Bantul Sunarto mengapresiasi atas terselenggaranya acara sosialisasi 4 pilar MPR RI ini yang dilakukan melalui seni aduluhung yakni wayang kulit. Baginya, acara ini sangat sangat bermanfaat karena sebagai bukti konkrit pelestarian budaya sekaligus menanamkan rasa cinta tanah air serta memperkuat potensi integritas bangsa.

“Momentum sosialisasi 4 pilar MPR RI ini dapat dijadikan pembangkit semangat membangun kesadaran kita semua untuk memahami 4 pilar dalam memperkokoh persatuan berbangsa dan bernegara,” kata Sunarto.

Wakil Ketua MPR RI DR. Hidayat Nurwahid mengatakan, pagelaran seni budaya wayang kulit bertujuan untuk memperkokoh dan merawat kekayaan budaya bangsa Indonesia. Semangat ke-Indonesiaan merupakan modal yang sangat berharga bagi kehidupan berbangsa dan bernegara baik di masa kini maupun di masa yang akan datang.

Wayang kulit merupakan bagian dari bentuk keragaman. Sehingga, budaya tidak bisa menjadi penghalang bagi rakyat Indonesia.

“Kita harus tetap bersatu. Sebab, keragaman itulah yang menjadi faktor penting masih berdiri dan bersatunya Indonesia,” papar Hidayat.

Menurut Hidayat, pertunjukan seni budaya dalam bentuk pertunjukan Wayang Kulit merupakan salah satu metoda pemasyarakatan 4 pilar MPR RI yakni Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika. Melalui wayang kulit ini tersirat nilai seni yang tinggi dan nilai moralitas yang bersumber pada nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.

“Seni wayang kulit ini mampu berperan menjadi media , media komunikasi dan media transformasi bagi perkembangan kebudayaan di Indonesia,” terang Hidayat. (mar/dem)