GUNUNGKIDUL – Pemkab Gunungkidul dan Pemrov DIJ terus melakukan verifikasi terhadap Sultan Grond (SG) dan tanah Pakualaman Grond (PAG). Hasil verifikasi di empat kabupaten dan kota rata-rata terdapat 600 ribu hingga 750 bidang SG dan PAG.
“Kalau seluruh DIJ ada 3,5 juta bidang. Proses pendataan sudah 85 persen dan kini tahap pemanfaatan,” kata Kepala Bidang Pertanahan, Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Gunungkidul Madyarina Mulyaningsih kemarin.
Khusus Gunungkidul jumlah SG dan PAG sekitar 750 ribu bidang tersebar di 18 kecamatan. Namun jumlah tersebut belum dapat dipastikan karena masih dilakukan inventarisasi.
“Proses inventarisasi sudah dimulai sejak 2013. Targetnya pertengahan 2017 inventariasi selesai,” ujar Madyarina.
Namun penyelesaian inventarisasi SG dan PAG yang akan menjadi hak milik Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kadipaten Pakualaman tersebut masih menunggu pencairan anggaran. Pembiayaan inventarisasi sepenuhnya dari dana keistimewaan (danais). “Informasinya baru cair pertengahan 2017,” kata Madyarina.
Setelah selesai melakukan inventarisasi, kemudian masuk tahap pemanfaatan. Jika sejumlah bidang tanah telah digunakan dan dimanfaatkan untuk kepentingan umum maka harus memperbarui izin ke keraton atau kadipaten.
“Begitu juga dengan pihak lain yang akan melakukan pemanfaatan secara pribadi harus memiliki izin, yang disebut sebagai surat kekancingan,” kata Madyarina.
Ketua Tim Penertiban dan Penataan SG dan PAG di Gunungkidul Tommy Harahap memastikan saat ini inventarisasi SG dan PAG sudah rampung. Tahap selanjutnya tinggal proses penataan dan pemanfaatan.
“Setelah diinventarisasi kemudian dilakukan setifikasi Badan Pertanahan Nasional (BPN) DIJ,” kata Tommy Harahap.
Menurut Tommy, penataan dan pemanfaatan SG sudah mulai dilakukan di sejumlah Pantai Selatan Gunungkidul. Namun karena penggunaan lahan di sempadan pantai berbahaya dan melanggar aturan akan dipindahkan ke tempat lain.
“Masyarakat memiliki hak pakai namun pemerintah juga memiliki hak mengatur supaya tidak asal pakai. Jadi harus tertib,” tegas Tommy. (gun/iwa/mg1)