RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA – Pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jogja yang meraih suara terbanyak dalam Pilwali Kota Jogja 2017 hari ini (15/2) harus bisa menepati janjinya saat kampanye.

Pasangan yang terpilih juga diminta konsisten menjalankan visi misi ketika kampanye. Termasuk melanjutkan hal yang sudah dilakukan selama masa kampanye lalu.

Wali Kota Jogja periode 2001-2006 dan 2006-2011 Herry Zudianto menyebut kampanye dengan metode blusukan bisa terus dilanjutkan. “Menyambangi masyarakat untuk berdialog dan mendengar aspirasi, semoga terus dilanjutkan setelah terpilih nanti,” ujar HZ saat dihubungi kemarin (14/2).

HZ berharap, siapapun yang terpilih nanti benar-benar mewakafkan pikiran dan waktu untuk sepenuh hati melayani masyarakat Kota Jogja. “Pemimpin itu harus menginspirasi dan bukan penikmat jabatan,” pesannya.
Pesan yang sama juga diungkapkan Wakil Wali Kota Jogja periode 2001-2006 Syukri Fadholi. Syukri berharap, pemimpin yang terpilih nantinya harus berani menegakan hukum.

“Katakan yang benar itu benar dan salah itu salah, sebab jika hukum tidak ditegakkan akibatnya akan terjadi kondisi kehidupan yang tidak baik,” ungkapnya.

Terpisah, Ketua Tim Pemenangan IP-Fadli, Danang Rudiyatmoko, menegaskan akan mengawal visi misi paslon IP-Fadli yang sudah disusun bersama sejak awal.

Menurut Danang, sudah ada relawan Jogja Bangkit yang merumuskan dan membuat acuan pembangunan dan prioritas kebijakan. “Kami akan melibatkan seluruh pendukung untuk membuat skala prioritas,” ujarnya.

Ketua Organizing Commite Tim Pemenangan HS-HP, Fachrudin, mengatakan, tim pemenangan yang dibentuk bukan seperti tim panitia manten. “Kalau panitia manten selesai acara bubar, kami tidak. Kami akan terus mengawal hingga semua janji visi misi diwujudkan,” ujarnya.(pra//ila/ong)