RADARJOGJA.CO.ID – BANTUL – Manuver politik di gedung parlemen Bantul terus bergulir. Rencana kocok ulang susunan alat kelengkapan (alkap) dewan harus berakhir meski tak memuaskan semua pihak. Seperti dialami Fraksi Gerindra. Sebagai kepanjangan tangan partai yang memenangi pemilihan kepala daerah 2016, Gerindra justru kehilangan slot jabatan strategis pimpinan alkap. Di antaranya ketua komisi D dan ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah.
Kendati demikian Ketua Fraksi Gerindra DPRD Bantul Enggar Suryo Jatmiko mengaku legawa dengan hasil kocok ulang alkap pada Senin (13/2) malam. “Ini dinamika politik. Mau nggak mau harus diterima,” tegas Miko, sapaannya kemarin (14/2).
Diakuinya, hasil kocok ulang jauh berbeda dengan wacana yang telah didesain Jumat (10/2). Sebagaimana diketahui, saat itu mayoritas fraksi menggulirkan wacana kocok ulang tanpa menjawil FPAN dan Fraksi Golkar. Namun, rapat paripurna dengan agenda pembentukan alkap baru urung terlaksana lantaran FPDIP belum mengantongi restu dari partai.
Tiga hari berlalu, konstelasi politik berubah drastis. Fraksi Gerindra, FPKS, dan FPPP justru gantian ditinggal oleh fraksi lain. Sebaliknya, Fraksi Golkar dan FPAN bergabung dengan rombongan besar yang mendominasi.
Melihat konstelasi tersebut politikus dari Bangunharjo, Sewon ini enggan berkomentar. Termasuk menyeberangnya FPDIP, FPKB, dan Fraksi Nasional Bintang Demokrat yang bergabung dengan FPAN dan Fraksi Golkar.
Miko menegaskan, manuver politik erat berkaitan dengan kepentingan. Sehingga hal tersebut menjadi domain masing-masing fraksi. “Kalau berbicara khianat atau tidak saya tidak bisa menjawabnya. Masyarakat bisa menilai sendiri,” sindirnya.
Bersama FPKS dan FPPP, Miko bertekad mengawal program kebijakan bupati-wakil bupati hingga akhir periode.
Terpisah, Sekretaris FPDIP Endro Sulastomo menegaskan, koalisi yang terbentuk bukan untuk oposisi. Dia berdalih, terbentuknya koalisi baru hanya untuk memperkuat institusi kedewanan. “Tidak ada tujuan lain,” kelitnya.

Terkait perubahan sikap FPDIP, bekas Kades Wirokerten, Banguntapan ini beralasan komposisi alkap yang terlontar pada Jumat lalu sebatas rencana cadangan. Hal itu sebagas untuk menjajagi siapa fraksi yang serius ingin bergabung atau sekadar mencari keuntungan.

Mengenai siapa yang menggulirkan kocok ulang alkap, Endro enggan membeberkan. Dia menuding adanya aktor yang bermain di belakang panggung. “Ada deh,” ujar Endro merahasiakan.

Sementara itu, Ketua FPKB Subhan Nawwawi menyatakan tetap mendukung pemerintahan Suharsono-Abdul Halim Muslih. Meskipun fraksinya tak lagi sejalan dengan Gerindra. “Bukan oposisi. Tapi untuk memperkuat alkap,” dalihnya. (zam/yog/ong)