RADARJOGJA.CO.ID – Pelayanan Puskesmas Girimulyo I menjadi sorotan DPRD Kulonprogo. Hal itu tidak terlepas dari pembangunan yang tidak tepat waktu sehingga pelayanan tidak maksimal.

Dewan melihat ada perbedaan desain perencanaan dengan aplikasi pembangunan. Mobil ambulans sebagai piranti utama penanganan pasien tidak bisa mendekat ke unit gawat darurat (UGD).

“Karena pembangunan terlambat, pelayanan menjadi tidak maksimal,” kata anggota Komisi IV DPRD Kulonprogo Agung Raharjo, usai inspensi mendadak kemarin.

Menurut Agung, kondisi itu harus segera disikapi, apalagi saat ini intensitas hujan masih tinggi, penanganan pasien jelas tidak akan bisa optimal. “Kalau hujan, kasian pasiennya,” ujar Agung.

Wakil Ketua DPRD Kulonprogo Lajiyo Yok Mulyono mengatakan pembangunan Puskesmas Girimulyo I sudah selesai Desember 2016 lalu. Namun masih ditemukan beberapa kegiatan pembangunan.

“Kalau memang belum selesai, kok sudah diterimakan? Ada apa ini?” tanya Lajiyo.

Dia berharap Dinas Kesehatan Kulonprogo meminta rekanan segera menuntaskan pembangunan. Jangan sampai gara-gara ada keterlambatan, pelayanan menjadi tidak maksimal.

“Jangan masyarakat yang dikorbankan,” tegas politisi Partai Gerindra ini.

Dijelaskan, selama proses pembangunan Puskesmas pelayanan pasien bahkan harus menumpang di kantor terdekat. “Banyaknya pasien bahkan terpaksa harus berada di luar gedung dan harus antre dalam kondisi panas,” kata Lajiyo.

Kepala Dinas Kesehatan Kulonprogo Bambang Haryatno menyatakan pembangunan Puskesmas di Giripurwo I memang sudah selesai. Hanya dalam serah terima ada beberapa pekerjaan yang harus diperbaiki dan terpaksa rekanan melakukan perbaikan.

“Ini sebenarnya hanya masa pemeliharaan saja, pembangunan sudah selesai,” kata Bambang.

Dia mengakui, dalam pembangunan awal memang ada pesoalan. Salah satunya pada pembangunan bangket yang beberapa kali longsor terkena hujan. Masalah inipun sudah diadendum, dan ternyata banyak anggaran yang hilang dari kondisi alam tersebut.

“Akibat anggaran yang terpangkas itulah yang menjadikan beberapa kegiatan belum bisa dilakukan,” kata Bambang. (tom/iwa/mar)