Mengenalkan Profesi ke Siswa lewat Kelas Inspirasi Yogyakarta (2-habis)

Memiliki cita-cita itu penting. Hal itu yang ingin disampaikan Muhammad Pujiyono, 27, kepada anak-anak usia sekolah dasar saat menjadi relawan pengajar Kelas Inspirasi Yogyakarta (KIY). Pria yang bekerja sebagai pegawai PT Kereta Api Indonesia (KAI) ini sudah tiga kali menjadi relawan.

VITA WAHYU HARYANTI, Sleman

MENJADI seorang guru merupakan cita-cita awal Puji, sapaannya. Meski sekarang dia menjadi pegawai PT KAI, bukan berarti keinginannya mengajar pupus. Dia lantas bergabung dengan Kelas Inspirasi untuk menjadi “guru” sehari di SD.
“Sejak tiga tahun lalu bergabung jadi relawan. Yah, ingin mewujudkan cita-cita saya waktu kecil, mengajar anak-anak di sekolah,” selorohnya.
Pada tahun pertama menjadi relawan profesi, dia mengajar di Jepara. Kemudian pada tahun ketiga di Semarang. Kali ini, dia mengajar di SDN Jali, Gayamharjo, Prambanan, Sleman, Sabtu (4/2) lalu.
“Saya sengaja mengambil cuti sehari untuk melaksanakan kegiatan ini,” ungkapnya.
Puji di hadapan para siswa dengan mudah menjelaskan tentang seluk beluk dunia perkeretaapian dan profesi di dalamnya. “Dasarnya suka anak-anak jadi enjoy saja tadi di kelas,” tuturnya.
Saat mengajar Puji mengenakan seragamnya yang dominan berwarna putih lengkap dengan topi layaknya masinis. Melihat hal itu murid-murid di kelas 4, 5, dan 6 sangat antusias dan bersorak-sorai kegirangan begitu Puji masuk kelas.
Banyak yang mengira Puji adalah masinis sungguhan, ternyata Puji membawa beberapa topi lain. Topi-topi khas pegawai PT KAI dari beragam divisi. Topi-topi iu dibawa untuk memberitahukan bermacam-macam profesi di bidang perkeretaapian
Tak hanya masinis saja yang bekerja di PT KAI, namun ada kondektur, petugas perlintasan KA, engineer, administrator, dan lain sebagainya. Kebanyakan dari murid-murid tersebut bertanya soal pekerjaan masinis dalam menjalankan tugas. Puji pun dengan ramah menjawab pertanyaan-pertanyaan dari mereka.
Dengan mengenalkan banyak profesi di bidang perkeretaapian tersebut, Puji berharap, dapat memotivasi anak-anak untuk tidak mempunyai cita-cita yang sederhana. Sebab, memiliki cita-cita itu penting. Cita-cita menjadi motivasi untuk belajar dan berusaha lebih giat.
“Profesi tidak hanya guru, masinis, dan dokter. Menjadi seorang presiden juga merupakan profesi yang bisa mereka raih di masa depan nanti. Jangan memiliki cita-cita yang sederhana,” ungkapnya.
Agar kegiatan belajar mengajarkan menyenangkan, Puji mengaku, mempunyai strategi sendiri. “Saya menggunakan media yang menyenangkan agar mereka lebih gampang menyerap ilmunya, seperti gambar, permainan, dan mengajak mereka bernyanyi,” jelasnya.
Salah satu murid kelas 6 bernama Rizky mengaku senang ketika sekolahnya didatangi banyak guru dari berbagai profesi. Dari tiga guru relawan yang mengajar, Puji menjadi salah satu favorit Rizky. “Pak Puji baik dan ramah, terus mengajarnya juga asyik” katanya. (ila/mg1)

Cita-Cita Jadi Motivasi untuk Berusaha Lebih Giat