BANTUL – PDAM Tirta Dharma segera memperoleh tambahan suplai air bersih sebanyak 150 liter per detik. Itu setelah salah satu BUMD ini menyetujui harga yang ditawarkan SPAM Regional Kartamantul sebesar Rp 2.250 per meter kubik. Walaupun harga ini sebenarnya lebih mahal Rp 250 dibanding tarif dasar terendah perusahaan pelat merah ini.

Direktur Utama PDAM Bantul Yudi Indarto mengakui sempat ada tarik ulur antara pemkab Bantul dan DPUP-ESDM terkait harga suplai air bersih dari SPAM Regional. Kendati begitu, pemkab akhirnya sepakat dengan harga yang ditawarkan DPUP-ESDM. Persetujuan ini mengacu sejumlah pertimbangan. “Intinya saling menguntungkan, keterjangkauan dan kesinambungan,” jelas Yudi di ruang kerjanya kemarin (3/2).

Yudi melihat bentuk kerjasama ini menguntungkan. Itu karena PDAM hanya membeli air curah. Tanpa mengeluarkan uang sepeser pun untuk investasi di SPAM Regional. Sementara, untuk membangun instalasi pengelolaan air bersih berkapasitas 50 liter perdetik saja membutuhkan biaya Rp 20 miliar lebih.”Kalau 150 liter per detik, ya, sekitar Rp 60 miliaran,” sebutnya.

Dikatakan, suplai air 150 liter per detik ini mampu memenuhi kebutuhan 15 ribu pelanggan. Menurutnya, suplai air ini bakal dialokasikan untuk memenuhi calon pelanggan di tiga kecamatan. Yakni, Kecamatan Sedayu, Pajangan, dan Kasihan. Ini menyusul tingginya potensi pasar di wilayah barat ini. “Di sana ada banyak kompleks perumahan dan rencana pembangunan Kampus II UIN Sunan Kalijaga,” ungkapnya.

Dengan adanya kesepakatan harga ini, Yudi mengklaim PDAM tinggal menunggu penekenan naskah kerja sama. Dia memperkirakan naskah kerjasama ini diteken pada Februari. Ini merujuk keterangan Kepala DPUP-ESDM Rani Sjamsinarsi. Adapun launching SPAM Regional sendiri diagendakan Februari mendatang.”Setelah itu tinggal mengalirkan. Sarana infrastrukturnya sudah lengkap,” ujarnya.

Anggota Komisi B DPRD Bantul Suradal mengapresiasi langkah PDAM ini. Kendati begitu, politikus PKB ini menyarankan direksi PDAM juga mulai mempertimbangkan kenaikan tarif dasar. Sebab, tarif dasar PDAM Bantul paling rendah se-DIJ. Tarif dasar PDAM Kulonprogo, misalnya Rp 2500 per liter kubik. Adapun PDAM Sleman Rp 3225 per liter kubik. Terlebih lagi, tarif dasar ini terakhir diubah 2013 lalu. “Inflasi selama empat tahun pastinya juga naik signifikan,” tambahnya.(**/zam/din/mg2)