RADARJOGJA.CO.ID – SOLO – Pemeriksaan terhadap 16 panitia The Great Camping (TGC) pendidikan dasar (diksar) Mapala UII (Unisi) di Mapolres Karanganyar dilanjutkan kemarin (1/2). Tak hanya 16 panitia saja, penyidik akan memanggil dua saksi baru anggota Mapala UII. Rencananya pemeriksaan digelar di Mapolres Karanganyar hari ini (2/2).

“Dua saksi tambahan ini berdasarkan hasil keterangan enam belas saksi yang sudah kami periksa,” terang Kasat Reskrim Polres Karanganyar AKP Rochmat Ashari.

Dia menjelaskan, sejauh ini panitia yang diperiksa cukup kooperatif. Hanya, keterangan sejumlah saksi masih ada yang ditutup-tutupi. Kendati begitu, pihaknya akan terus melakukan pendalaman selama pemeriksaan berlangsung.

Selain itu, tak hanya panitia diksar saja, penyidik Polres Karanganyar juga meminta keterangan saksi ahli tim dokter Rumah Sakit (RS) Bethesda Jogjakarta. Dia mengatakan, penyidik meminta keterangan dua dokter RS Bethesda. Masing-masing adalah dr Iswanto, spesialis penyakit paru-paru dan dr Sapto Priyatmo, spesialispenyakit dalam.

Keduanya dimintai keterangankarena sempat menangani dua korban tewas, yakni Syaits Asyam dan lham Nurfadmi Listia Adi di RS Bethesda.

“Kami meminta keterangan untuk melengkapi data terkait penyebab meninggalnya dua korban Syaits Asyam dan lham Nurfadmi Listia Adi,” tandasnya, kemarin (1/2).

Dia menjelaskan, saksi ahli itu juga membawa hasil visum et repertum (VER) korban diksar. Hasil VER itu bisa digunakan dalam menentukan penyebab kematian korban. Nantinya VER juga digunakan untuk menyinkronkan keterangan dari tersangka dan para saksi yang diperiksa.

Wakapolres Karanganyar Komisaris Polisi (Kompol) Prawoko mengatakan, jumlah saksi kemungkinan akan terus bertambah. Penambahan saksi itu didasari dari pemeriksaan yang berkembang sebelumnya. Prawoko menegaskan ada kemungkinan jumlah tersangka bakal bertambah.

“Bisa saja bertambah, itu semua tergantung dari saksi dan alat bukti yang ada,” ucapnya.

Saat ini, dua tersangka yang sudah ditahan yakni Angga Septiawan dan Muhammad Wahyudi, kondisinya cukup baik. Mereka sempat ditawari tim pengacara, namun tawaran itu mereka tolak.

Mereka lebih memilih mendatangkan pengacara sendiri untuk mendampingi dalam peyelesaian kasus tersebut. Sejumlah kerabat dan rekan dua tersangka sempat menjenguk. Namun, mereka enggan dimintai keterangan.

Terpisah, Humas RS Bethesda Jogjakarta Nuri Sukowati mengatakan, kedua dokter yang menangani korban diksar diundang oleh tim penyidik. Mereka dimintai keterangan terkait perawatan yang dilakukan kepada dua korban yang dirawat di rumah sakit yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman, Jogja ini. “Kami mendampingi tim dokter untuk memenuhi panggilan penyidik,” tandasnya. (adi/ila/ong)