RADARJOGJA.CO.ID – Hujan deras sejak sore hingga malam hari (29/1) yang mengguyur lereng Merapi sisi barat, menyebabkan bencana tanah longsor di Dusun Gintung, Ketep, Sawangan, Kabupaten Magelang. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun jalan tembus Ketep-Boyolali sempat terputus total.

Longsor yang menerjang jalan tembus dari Kabupaten Magelang-Kabupaten Boyolali itu, diperkirakan terjadi Minggu malam sekitar pukul 21.00 WIB. Material longsoran adalah tebing setinggi sekitar 10 meter, lebar enam meter dan ketebalan tanah 80 cm.

Tertutupnya jalan raya oleh material tanah longsor itu menjadi arus lalu lintas ditutup dan dialihkan melewati Klampahan. Pagi hari kemarin (30/1), warga dibantu relawan, aparat TNI/Polri, dinas perhubungan dan BPBD Kabupaten Magelang kerja bakti menyingkirkan material longsoran.

Danramil 12/Sawangan Kapten Inf Mudjtahidin mengimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati karena daerah itu memang rawan terjadi tanah longsor. Selain banyak tebing-tebing yang labil kondisi tanahnya, cuaca dalam beberapa waktu terakhir juga ekstrem. Sering terjadi hujan lebat.

“Harus terus waspada kalau melewati daerah sini karena tebingnya rawan longsor, apabila kalau terjadi hujan lebat dalam kurun waktu lama,” katanya.

Agus Prayoga, 46, warga Desa Ketep mengakui di daerah itu sudah sering terjadi tanah longsor. Oleh karena itu, dia mengusulkan sebaiknya dibangun semacam bangunan untuk penahan longsor

“Area di sekitar sini sangat berbahaya terutama saat musim penghujan. Khawatir sampai ada korban jiwa. Untuk itu, perlu ada bangunan penahan longsor di daerah-daerah yang rawan,” kata Agus. (cr2/laz/dem)