RADARJOGJA.CO.ID – Mantan Rektor UII Harsoyo mengapresiasi penangkapan tersangka penganiaya peserta diksar oleh Polres Karanganyar. Terkait proses penyelidikan, Harsoyo memasrahkan pada pihak berwenang. Rencananya, hari ini, dia mengantar 16 panitia diksar yang dipanggil ke Karangayar.

“Datang untuk memenuhi undangan dari Polres Karanganyar. Dengan penetapan tersangka, semoga proses penyidikan segera selesai,” ujarnya ditemui di Gedung Prof dr Sardjito Kampus Terpadu UII, kemarin (30/1).

Anggota Tim Pencari Fakta (TPF) UII Muzayin Nazaruddin mengetahui adanya penangkapan ini. Pihak UII, lanjutnya, tidak menghalang-halangi. Justru siap mendukung apabila membutuhkan keterangan tambahan. Terutama dari hasil investigasi TPF UII.

“Itu wewenang kepolisian, kami konfirmasi benar ada penangkapan. Menghormati kewenangan penyidik untuk mengungkap kasus ini,” ujarnya.

Mengenai pendampingan hukum oleh UII, dia tidak mengiyakan. Muzayin mengungkapkan pendampingan Mapala UII oleh kantor pengacara Achiel Suyanto. Sosok Achiel sendiri terlihat aktif mendampingi Mapala UII sejak kasus ini terungkap.

“Lebih baik konfirmasi ke pihak bersangkutan (Achiel Suyanto). Kami tidak mengetahui secara jelas bentuk pendampingan hukum oleh beliau seperti apa,” jelasnya.

Kaprodi Komunikasi UII ini mengakui adanya surat pemanggilan kepada 16 panitia oleh Polres Karanganyar. Hanya, dia tidak mengetahui proses penyidikan telah mencapai penentuan tersangka. Surat panggilan ini ditujukan secara individual kepada 16 anggota Mapala UII.

Terkait hasil investigasi TPF UII, lanjutnya, memang ada kekerasan. Itu berdasarkan investigasi kepada peserta TGC Mapala UII. Mulai dari bentuk hukuman hingga berujung pada kekerasan fisik pada peserta.

“Di UII sendiri ada sanksi internal, mulai dari sanksi ringan, sedang, dan berat. Untuk sanksi berat pemberhentian secara hormat dan tidak hormat. Ditambah sanksi hukum dari Polres Karanganyar,” jelasnya.

Muzayin mengungkapkan TPF UII hanya satu. Adanya TPF yang dibentuk oleh Mapala UII tidak terafilisaliasi dengan TPF UII. Ini sekaligus menyangkal Achiel Suyanto bagian dari TPF UII.

Pemeriksaan TPF UII sendiri hampir memasuki tahap akhir. Investigasi mandiri ini menyisakan enam nama peserta untuk diperiksa. Hasil dari investigasi TPF UII akan disampaikan dalam rapat senat.

“TPF UII hanya yang diketuai oleh Wakil Rektor III Abdul Jamil. Dengan informasi satu pintu,” ujarnya.

Status Wahyudi merupakan alumni Teknik Industri yang baru diwisuda Desember 2016. Sementara Angga masih berstatus sebagai mahasiswa aktif Prodi Ekonomi Islam. Tentang sanksi pencabutan ijazah sarjana, Muzayin menjawab, hal itu bisa dilakukan jika berkaitan dengan kasus akademis.

“Pencabutan ijazah jika terkait kasus akademis, misalnya plagiarisme. Untuk kasus ini bukan tergolong itu. Mahasiswa aktif kena sanksi sesuai aturan Civitas Akademik UII,” jelasnya. (adi/wid/dwi/ila/ong)