RADARJOGJA.CO.ID – SOLO – Polres Karanganyar menangkap dua tersangka penganiaya tiga mahasiswa Mapala UII (Unisi) yang tewas saat pendidikan dasar (diksar) di Tlogodringo, Gondosuli, Tawangmangu. Dua tersangka tersebut adalah panitia The Great Camping (TGC) sekaligus senior Mapala UII.

Dari informasi yang dihimpun, dua tersangka tersebut adalah Angga Septiawan alias Waluyo, 27, dan M. Wahyudi alias Yudi, 25. Angga ditangkap di Posko Mapala UII, sedangkan Yudi ditangkap Satreskrim di kosnya di Jogjakarta kemarin pagi (30/1).

Keduanya tiba di Mapolres Karanganyar sekitar pukul 11.45. Mereka mengenakan penutup wajah. Satu tersangka berperawakan gemuk diduga Angga, sementara satu tersangka lain berperawakan lebih kurus diduga Yudi. Usai diperiksa tim medis, mereka langsung menjalani perawatan lalu ditahan di ruang tahanan Mapolres.

Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak mengatakan, keduanya ditetapkan sebagai tersangka setelah melakukan gelar perkara Minggu (29/1). “Penangkapan sekaligus penyitaan barang bukti,” ujarnya.

Ade menambahkan, meski sudah menangkap dan menetapkan tersangka, pemeriksaan terhadap 16 panitia diksar akan tetap dilakukan besok (31/1). Sesuai jadwal yang ditetapkan sebelumnya, panitia diksar beserta pihak kampus akan menjalani pemeriksaan mulai pukul 09.00.

Panitia diksar akan diantar langsung mantan Rektor UII Harsoyo. “Tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lainnya,” jelasnya.

Dalam waktu hampir bersamaan, keluarga korban Syaits Asyam dan Ilham Nurfadmi Listia Adi, mendatangi mapolres. Mereka mempertanyakan perkembangan pengusutan kasus tersebut.

Muhammad Zaini, kuasa hukum keluarga korban Ilham Nurfadmi Listia Adi mengatakan, keluarga meminta aparat kepolisian mempercepat proses penyelesaian kasus.

“Keluarga korban berharap kasus ini cepat diselesaikan secara hukum yang berlaku. Kasus ini harus diusut sampai tuntas, kalau memang ada pihak lain yang terbukti terlibat segera saja diproses,” jelasnya.

Menurutnya, penetapan tersangka seharusnya lebih cepat. Sebab, keterangan dari korban sudah cukup jelas. “Keluarga korban sudah menyampaikan penganiayaan itu kepada polisi sejak seminggu lalu. Tapi, kenapa baru sekarang penetapannya,” jelasnya.

Sementara itu keluarga Syaits Asyam memilih diam saat diminta keterangan awak media. Mereka langsung meninggalkan ruang pemeriksaan.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Condro Kirono menyatakan kedua tersangka dikenai pasal penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

“Hari ini langsung periksa kedua tersangka tersebut. Kami juga siapkan bantuan hukumnya kepada mereka, karena ancaman hukumannya lebih dari lima tahun,” ujarnya.

Condro menuturkan, kedua tersangka aktif di Mapala UII. Sedangkan tentang status mahasiswa, akan didalami lebih dulu.

Saat ini, lanjut Condro, penyidik terus melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi lainnya. Hal itu untuk memperkuat kesaksiannya. Sebab, kemungkinan ada tersangka lain selain dua orang yang telah ditangkap ini.(adi/wid/ila/ong)