RADARJOGJA.CO.ID Pemasangan pagar di lahan New Yogyakarta International Airport (NYIA) Temon Kulonprogo sudah dimulai kemarin. PT Angkasa Pura I memasang target penanda pembatas lahan bisa selesai sembilan bulan ke depan.

Pemagaran awal sebelumnya, dilakukan untuk bidang lahan di dekat jalan Nasional Jogja-Purworejo di perbatasan Desa Kebonrejo dan Desa Palihan. Setelah groundbreaking pekan lalu, pemagaran dilanjutkan untuk bidang lahan Paku Alam Ground (PAG) di wilayah Desa Jangkaran, sisi selatan Satradar Congot menuju ke Desa Glagah di sisi timur.

“Bidang tanah yang dipagari ini menjadi bagian dari calon lokasi runway atau landasan pacu bandara yang menjadi prioritas pembangunan bandara,” kata Pengawas lapangan pekerjaan pemagaran dari PT AP I, Eko Budi Sriyanto, kemarin (30/1).

Pemasangan pagar model teralis setinggi dua meter itu sudah mencapai panjang sekitar 200 meter. Akan diteruskan hingga sekeliling lahan dengan panjang pagar keseluruhan mencapai 5.000 meter.

“Pemasangan pagar ini untuk pengamanan aset lahan yang sudah dibebaskan. Sekaligus jadi batas wilayah lahan yang akan dibikin bandara. Targetnya Sembilan bulan selesai,” kata Eko Budi.

Namun pemagaran dimungkinkan terpotong di tengah jalan. Sebab ada beberapa bidang lahan di sisi timur yang belum resmi dibebaskan karena masih ada sengketa. Selain itu, beberapa bidang lahan berpasir itu juga memiliki kontur tanah berbukit dan tidak memungkinkan dipagari langsung.

“Butuh alat berat untuk meratakan tanah berbukit itu sebelum dipasangi pagar. Sementara waktu, pemagaran dialihkan ke ujung barat dan sisi selatan lahan PAG yang berkontur lebih rata. Kalau bidang dekat bibir pantai malah lebih rata jadi bisa langsung dipasang pagar,” kata Eko Budi.

Pekerjaan pemagaran lahan, AP menggandeng kontraktor PT Trimega Semarang. Sedikitnya 17 tenaga kerja dilibatkan menangani pemagaran tersebut, beberapa di antaranya diambilkan dari warga di lokasi.

“Kami sudah bekoordinasi dengan pemerintah desa terdampak pembangunan bandara untuk penyediaan tenaga kerja dengan jumlah menyesuaikan kebutuhan di lapangan,” katanya.

Project Manager Pembangunan Bandara Baru PT AP I Sujiastono mengungkapkan, groundbreaking adalah penanda dimulainya masa pembangunan konstruksi atas. Pekerjaan akan dilakukan secara simultan paralel dari sisi perencanaan dan pembangunan.

“Termasuk di dalamnya tes topografi, pemagaran, dan pembersihan area calon airside (area penerbangan), pemindahan pohon, hingga land clearing. Tahap awal, kami masih fokus pembuatan runway di atas lahan PAG,” ungkap Sujiastono. (tom/iwa/mar)