RADARJOGJA.CO.ID Penyortiran dan pelipatan surat suara Pilbub 2017 Kulonprogo sudah selesai Sabtu (28/1) lalu. Hasilnya, 1.750 lembar surat suara dalam kondisi rusak, namun jumlah itu belum bisa dijadikan patokan untuk menentukan kekurangan atau kelebihan surat suara.

“Kami masih harus menunggu hasil pengepakan untuk memastikan jumlahnya sudah sesuai dengan yang dibutuhkan atau belum,” kata Divisi Umum, Keuangan, dan Logistik KPU Kulonprogo Budi Priyana, Senin (30/1).

Dikatakan Budi, pengepakan surat suara dan logistik dijadwalkan selesai Sabtu (4/2). Petugas kembali akan melakukan penghitungan surat suara saat membagi surat suara per tempat pemungutan suara (TPS).

“Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan proses sortir-lipat kemarin masih terjadi salah hitung,” ungkap Budi.

Pilbup2017, KPU Kulonprogo menyediakan 340.953 lembar surat suara. Jumlah itu sudah termasuk surat suara cadang 2,5 persen per TPS. Pemenuhan surat suara harus dilakukan secara teliti agar tidak menghambat pemungutan suara.

“Jika pada akhirnya kurang, kami akan meminta surat suara pengganti kepada percetakan. Sebaliknya, jika kelebihan surat suara akan dikumpulkan dengan surat suara rusak kemudian dimusnahkan pada 14 Februari mendatang,” kata Budi.

Temuan surat suara selama penyortiran antara lain sobek, ukuran tidak sesuai akibat salah potong, dan kotor. Sedangkan kerusakan berupa noda tinta pada lembar surat suara. Kendati hanya berupa titik di kolom pasangan calon (paslon), petugas tetap menganggapnya rusak, karena dinilai rawan menimbulkan perbedaan persepsi saat penghitungan suara.

“Kalau noda tintanya hanya kecil dan terletak di luar kolom nama paslon tidak apa-apa. Terkait hal itu kami juga sudah koordinasi dengan panitia pengawas pemilu. Asal tidak terlalu signifikan, tidak akan menimbulkan persepsi berbeda,” jelas Budi.

Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kulonprogo Tamyus Rochman mengatakan sejauh ini belum ada temuan dugaan pelanggaran penyediaan surat suara maupun logistik Pilbub 2017 lainnya.

“Kami hanya menegaskan, surat suara rusak harus disingkirkan, KPU Kulonprogo harus cermat dan teliti. Kami akan samakan persepsi mengenai bentuk kerusakan surat suara, agar tidak menjadi permasalahan di kemudian hari,” kata Tamyus. (tom/iwa/mar)