RADARJOGJA.CO.ID – Dahsyatnya dampak yang ditimbulkan bencana tanah longsor membukakan kesadaran masyarakat arti pentingnya antisipasi dan penyelamatan lingkungan. Tak ingin kembali terjadi, warga Desa Jelok, Kaligesing, Purworejo, memperbaiki lingkungan dengan menanam ribuan pohon.

Dipelopori karang taruna dan Jelok Tanggap Bencana (Jegana), kawasan yang menjadi sasaran penanaman adalah sepanjang aliran Sungai Jelok sepanjang 2 kilometer. Anak sungai juga tak lepas dari aksi yang melibatkan unsur BPBD dan Muspika Kaligesing itu.

“Kejadian kemarin benar-benar terasa bagi kami. Tidak sedikit anggota keluarga yang meninggal dan banyak harta benda yang tidak bisa dimanfaatkan lagi,” kata anggota Jegana Fery Sulistyo kemarin (30/1).

Dikatakan, dalam aksi penanaman sengaja memilih jenis pohon gayam yang dinilai bisa menyerap air saat hujan dan menjadi sumber saat musim kemarau. Selain sebagai penyelamatan longsor, pohon ini diharapkan akan menjawab kebutuhan air karena Jelok merupakan salah satu wilayah langganan suplai air bersih.

“Kemarau dan penghujan bagi Jelok memang menjadi ancaman. Kalau penghujan seperti kemarin ya longsor, tapi kalau kemarau Jelok bagian bawah kesulitan air. Sungai yang ada tidak mengalir,” tambah Fery.

Pemilihan pohon gayam sendiri merupakan alternatif dari beberapa pohon yang sempat diajukan. Jika memilih jenis lain dinilai tidak akan bertahan lama karena memiliki nilai ekonomis.

“Gayam itu pohonnya tidak bisa dijual karena bentuknya jelek, sementara daunnya tidak bisa dikonsumsi hewan. Jadi selama pertumbuhannya nanti tidak akan terganggu,” katanya.

Penyediaan 2.000 bibit diambilkan dari dana desa serta bantuan dari beberapa pihak. Sebelumnya, di Jelok juga telah dilakukan penanaman aneka jenis pohon produktif dan diberikan di lokasi yang terkena longsor.

“Yang memberikan pohon produktif dari UMP dan diberikan cuma-cuma kepada warga sebagai pencegah longsor dan nantinya bisa memberi hasil,” tambah Fery.

Ia berharap kejadian bencana yang telah mencuatkan nama Jelok beberapa waktu lalu menjadi kejadian terakhir. Adanya Jegana sebagai barisan muda peduli bencana, akan mempelopori berbagai upaya penyelamatan lingkungan di Desa Jelok. (udi/laz/dem)