RADARJOGJA.CO.ID – Dua kepala keluarga (KK) di Padukuhan Nglingseng, Munthuk, Dlingo terpaksa harus direlokasi ke tempat aman. Mereka dipindah karena bencana tanah longsor yang menimpa rumah milik Ngatijo dan Sudiyo, Minggu (29/1) petang.

Plh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Dwi Daryanto mengatakan, rumah Ngatijo dan Sudiyo berada di kawasan perbukitan dengan kondisi tanah labil. Tak mungkin lagi mereka menghuni rumah dalam waktu dekat ini.

“Direlokasi di tanah mereka sendiri. Hanya beberapa meter di bawah rumah mereka sekarang,” ungkap Dwi, Senin (30/1).

Dwi menambahkan, selama ini rumah Ngatijo dan Sudiyo memang beradai di zona merah bencana. Dwi mengaku kesulitan merelokasi warga lain di kawasan itu. Padahal, setiap KK yang bersedia direlokasi berhak mendapatkan dana stimulan Rp 20 juta. Sementara dua orang tersebut justru mengajukan relokasi sendiri.”Ada yang karena merasa eman karena rumah sudah lama ditempati,” ujarnya.

Dengan adanya dua KK ini, slot relokasi pada 2017 masih tersisa banyak. Sedikitnya ada delapan hingga sepuluh slot.

Sebagaimana diketahui, hujan deras disertai angin kencang melanda sebagian wilayah Dlingo Minggu (29/1). Akibatnya, tebing setinggi 20 meter longsor.

Terpisah, Camat Dlingo Tri Mujiana mendukung kebijakan relokasi yang digagas BPBD. Ke depan, Tri berencana menyingkronkan peta zona merah bencana di Dlingo dengan data milik BPBD. Itu bertujuan agar mitigasi bencana berjalan efektif.(zam/yog)