RADARJOGJA.CO.ID – Siswa-siswi SMAN 2 Bantul berhamburan keluar kelas. Mereka hendak menyelematkan diri setelah para siswa mendengar sirine tanda telah terjadi gempa bumi di wilayah Kabupaten Bantul. Saking paniknya, para siswa pun panik bahkan ada diantara mereka terjatuh ketika berusaha menyelamatkan diri dari reruntuhan bangunan sekolah.

Tenang, kerjadian diatas bukan peristiwa sungguhan. Insiden tersebut bagian dari kegiatan simulasi pelatihan mitigasi bencana yang dilakukan sekolah bersama para siswa, Selasa (31/1). Ya, peristiwa gempa 2006 lalu menjadi pelajaran berharga bagi Pemkab Bantul. Sehingga, sejak dini para pelajar dan masyarakat selalu dilatih untuk selalu siap siaga dalam menghadapi bencana alam.

“Simulasi ini untuk membiasakan agar para siswa selalu siap siaga bila sewaktu-waktu terjadi bencana alam di sekitarnya,” kata Kepala SMAN 2 Bantul, Isdarmoko disela-sela simulasi.

Upaya SMAN 2 Bantul menanamkan kesiapsiagaan para siswa terhadap becana alam mendapat respon positif Bupati Bantul Suharsono, BPBD Bantul dan BMKG. Suharsono pun menetapkan SMAN 2 Bantul sebagai satu diantara sekolah di Kabupaten Bantul yang menerapkan program sekolah siaga bencana.

“Program SMAN 2 Bantul ini perlu diterapkan di sekolah-sekolah lain di Kabupaten Bantul. Ini mengingat Kabupaten Bantul termasuk daerah rawan bencana gempa bumi,” kata Bupati Bantul Suharsono saat menghadiri acara tersebut. (mar/dem)