SLEMAN – Bupati Sleman Sri Purnomo melantik delapan pejabat pengawas lembaga pemerintahan kemarin (30/1). Dikatakan, pelantikan dan mutasi jabaan demi meningkatkan kapasitas aparatur sipil negara (ASN). Sekaligus menjawab tantangan dinamika pemerintahan pada saat ini.

“Supaya tiap ASN tak selalu berada dalam zona nyaman,” ujar SP, sapaan akrabnya. Kendati demikian, mutasi jabatan lebih ditekankan untuk meningkatkan kapasitas dan karir pegawai. Agar mereka bisa merasakan tantangan baru di bidang yang baru pula. Hal yang terpenting demi suksesnya program pemerintah. “Juga untuk optimalisasi pelayanan publik,” tegas orang nomor satu di Bumi Sembada itu.

Kedelapan pejabat antara lain, Kasi Izin Bangunan Gedung Bidang Perizinan Pemanfaatan Ruang Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Riyanto; Kasi Aset Desa Bidang Administrasi, Keuangan, dan Aset Desa Dinas

Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Suharyanto; Kasubbid Ketahanan Nasional Bidang Politik Dalam Negeri dan Ketahanan Nasional Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Muh. Kharis Ibrahim; Kasubbid Kewaspadaan Nasional Bidang Penanganan Konflik dan Kewaspadaan Nasional Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Agus Salim; Kasi Pemerintahan Kecamatan Mlati Trisno Sunardi; Kasubbag Tata Usaha UPT Pelayanan Pasar Wilayah V Dinas Perindustrian dan Perdagangan Agus Budi Wismanto; Kasubbag Tata Usaha UPT Pasar Hewan Ambarketawang dan Rumah Pemotongan Hewan Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Endar Sumiarsih SP; dan Kepala UPT Pelayanan Pendidikan Kecamatan Prambanan Dinas Pendidikan Iswara Kesti Dwi Atmojo.

Menurut Sri, jabatan pengawas merupakan tugas berat. Mereka yang dilantik harus menjalanai seleksi ketat dengan Sistem Merit amanah Undang Undang Nomor 5 Tahun 2014. Sistem ini mendasarkan pada kualifikasi, kompetensi dan kinerja aparatur negara. Juga diatur dalam Keputusan Bupati Sleman No.01/Kep.KDH/PS/D.4/2017.
Kepada para pejabat terlantik, SP berpesan agar segera menyesuaikan diri dengan dunia baru. Mereka diminta mengembangkan program pemerintah yang telah berhasil. Juga membenahi program lain yang belum berjalan optimal.
“Langsung jalan sesuai tupoksi masing-masing. Saya yakin pejabat terlantik telah memenuhi kualifikasi jabatan,” ucap SP. (dwi/yog/mg1)